Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Salah Langkah Urus Papua, Pendekatan Keadilan Sosial Bisa Jadi Solusi

30 Sabtu, 29 Jul 2023, 11:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Salah Langkah Urus Papua, Pendekatan Keadilan Sosial Bisa Jadi Solusi Salah Langkah Urus Papua, Pendekatan Keadilan Sosial Bisa Jadi Solusi Doc: The Conversation/Antara
Ket. Festival Danau Sentani Papua.

Alfath Bagus Panuntun El Nur Indonesia, Universitas Gadjah Mada ; Daud Arie Ristiyono, Universitas Gadjah Mada , dan Reza Fajar Raynaldi, Universitas Gadjah Mada

Berdasarkan perspektif negara, peristiwa 1 Mei 1963 dipahami sebagai hari integrasi Papua kepada Indonesia. Sebaliknya, orang asli Papua (OAP) memaknai ini sebagai peristiwa aneksasi (pencaplokan wilayah) Papua oleh pemerintah Indonesia.

Perbedaan perspektif ini tidak lepas dari kompromi politik dalam Perjanjian New York 1962. Ekses peristiwa integrasi nasional itu menimbulkan konsekuensi politik yang panjang, di antaranya eksploitasi sumber daya alam (SDA), konflik dan gangguan keamanan, hingga pelanggaran hak asasi manusia (HAM).

Sebagai instrumen politik guna mengakselerasi pembangunan Papua, pemerintah belakangan telah menetapkan Peraturan Presiden (Perpres) No. 24 Tahun 2023 tentang Rencana Induk Percepatan Pembangunan Papua (RIPPP). Ini memungkinkan hadirnya Rencana Aksi Percepatan Pembangunan Papua (RAPPP). Namun, kami menilai nuansa RIPPP masih bersifat top-down alias kendali ada pada pemerintah.

Ini, sekali lagi, menjadi kekeliruan dalam penanganan masalah-masalah di Papua. Hingga kini, permasalahan pembangunan Papua yang paling menonjol adalah hasil dari kekeliruan yang terus-menerus direproduksi negara: peminggiran kemanusiaan.

Pemaknaan yang salah

Selama ini, gestur politik pemerintah cenderung lebih mengutamakan pembangunan fisik dan politik penyeragaman tanpa memberi ruang kekhususan bagi OAP, alih-alih memperluas partisipasi dan mengakui identitas OAP.

Negara memaknai pembangunan melalui upaya modernisasi. Sementara itu, persoalan partisipasi dan pengakuan identitas yang dinilai sangat penting bagi OAP justru tidak mendapat perhatian yang memadai.

Padahal, OAP merupakan pihak yang baru belajar tentang kehidupan bernegara. Untuk itu, perlu adanya afirmasi dan akselerasi sumber daya manusia (SDM). Perbedaan pemaknaan atas pembangunan ini perlu difasilitasi pemerintah melalui perluasan ruang partisipasi dan upaya pengakuan kepentingan OAP disetiap rumusan kebijakan pembangunan Papua.

Semakin terpinggirkannya OAP dalam pembangunan telah memunculkan perasaan diperlakukan tidak adil. Perasaan ini yang seringkali menyulut konflik. Ini sejalan dengan data kami, dari Gugus Tugas Papua Universitas Gadjah Mada (GTP UGM), yang menunjukkan angka kekerasan yang terjadi di ranah masyarakat cenderung meningkat selama delapan tahun terakhir di Papua.

Menurut data penelitian kami, sejak 2015 hingga akhir Juni 2023, dari seluruh tindak kekerasan di Papua, kekerasan yang pelakunya berasal dari masyarakat menempati peringkat kedua terbanyak (76 kasus) setelah kekerasan oleh kelompok bersenjata (241 kasus) dari total 378 kasus.

Hasil telaah kami juga mengonfirmasi bahwa ketidakadilan sosial menjadi salah satu penyebab utama masih terjadinya kekerasan di Papua. Ini mencakup persoalan pengakuan identitas, modernitas yang dipaksakan, dan SDM yang lemah.

Munculnya perasaan ketidakadilan yang dialami OAP telah berlangsung sejak Papua terintegrasi dengan Indonesia. Dalam trajektori politik Indonesia, ketidakadilan yang dialami OAP dalam pembangunan dapat dilihat misalnya dalam peristiwa murahnya harga sewa lahan penduduk asli bagi proyek besar, pengelolaan sumber daya alam yang merugikan masyarakat adat, perasaan terpinggirkan oleh kehadiran pendatang yang menguasai sektor ekonomi, pembangunan jalan Trans-Papua yang tidak mempertimbangkan konektivitas antarkampung, hingga masih terjadinya tindakan ekstra yudisial yang dilakukan oleh aparat di Papua.

Kelemahan RIPPP

Meningkatnya kekerasan selama satu dekade terakhir bersamaan dengan masifnya pembangunan di Papua menyisakan pertanyaan: Apakah pendekatan kesejahteraan dan modernisasi sudah tepat untuk mengatasi persoalan pembangunan sekaligus menciptakan keadilan sosial bagi OAP?

Kami menguji kembali asumsi modernisasi yang digadang-gadang akan membawa kesejahteraan dan perdamaian di Papua dengan menelaah dokumen RIPPP. Kami memberikan dua tawaran penjelasan atas fenomena yang terjadi menggunakan perspektif keadilan sosial.

Pertama, dokumen RIPPP dinilai sangat kental dengan pendekatan teknokratik yang cenderung bersifat top-down. Dengan begitu, ruang partisipasi OAP, khususnya yang berada di akar rumput sangat minim.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Ekonomi
Nabire Bersiap Jadi Kampung...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
7 Event Jakarta Akhir Pekan Ini, Ada LANY, UNGU hingga Jakarta Fashion Week 2027

7 Event Jakarta Akhir Pekan Ini, Ada LANY, UNGU hingga Jakarta Fashion Week 2027

30 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.