Konferensi APS III Siap Digelar, Mengusung Tema Inovasi Pembangunan Papua Berbasis Etnosains
📅 Senin, 11 Mei 2026, 15:00 WIB | Oleh: Mohammad Zaki Alatas
Doc: Dok. Istimewa
JAKARTA - Dalam rangka percepatan pembangunan Papua sesuai semangat Otsus dan menyongsong Papua Emas 2041 dan Indonesia Emas 2045 maka Analisis Papua Strategis (APS) sebagai komunitas profesional Global dengan visinya menjadi jembatan peradaban pembangunan di Tanah Papua menuju Indonesia Emas 2045. Dalam visi dan Asta Cita Presiden Prabowo, maka penting APS melahirkan Inovasi Pembangunan Etnosains Papua dalam mendukung berbagai implementasi kebijakan pembangunan dengan semangat partisipasi yang tinggi dari masyarakat Papua secara mandiri.
Ketua Umum Analisis Papua Strategis, Laus Deo Calvin Rumayom dalam keterangan persnya, menyampaikan mengingat penyelenggaraan Konferensi I (pertama) tahun 2022 di Kab. Biak dan Konferensi II (kedua) tahun 2023 di Kab. Jayapura Provinsi Papua dapat berjalan baik, lancar dan berdampak bagi perkembangan Papua melalui Program Strategis Nasional dan RPJMN bahkan Program Hasil Terbaik Cepat atau PHTC dengan melibatkan stakeholders dan seluruh elemen masyarakat, meliputi pemerintah baik pemerintah pusat di Kementerian Lembaga (K/L) maupun pemerintah daerah pada tingkat provinsi dan kabupaten/kota, bahkan masyarakat adat, agama, dan keterwakilan perempuan dan kepemudaaan serta Entrepreneur.

Ket Foto : Ketua Umum Analisis Papua Strategis Laus Rumayom dan Direktur APS CDGS Richard Patty bersama Wakil Menteri Hak Asasi Manusia Mugiyanto di Kementerian Hak Asasi Manusia Jakarta.
"Konferensi APS III 2026 akan membuka 10 Forum tematik berbasis komunitas dan kolaborasi lintas sektor, antar lain Forum Masyarakat Adat Papua, Forum Agama, Forum Perempuan Papua, Forum Transportasi, Multimoda dan Konektivitas, Forum Kesehatan, Forum Pendidikan, Forum Pertanian dan Perkebunan, Forum Ketenagaankerjaan dan Forum Perikanan dan kelautan serta Forum Ekonomi dan Bisnis," katanya dalam keterangan tertulisnya, Senin (11/5).
Sebaiknya Anda baca juga:
Analisis Papua Strategis atau APS sebuah komunitas putra putri Papua, sebagai lembaga think thank bagi pengembangan percepatan Papua melalui berbagai riset, analisa dan program adalah lembaga profesional global dari berbagai latar belakang pendidikan dan profesi di seluruh dunia dan juga mitra pemerintah dalam implementasi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, akan melaksanakan konferensi III (ketiga) yang dilaksanakan pada 27-29 Mei 2026 di Gedung PYCH (Papua Youth Creative Hub) Kota Jayapura Provinsi Papua.
Kompleksitas tantangan pembangunan di Tanah Papua tidak dapat diselesaikan hanya dengan pendekatan konvensional yang bersifat top-down dan seragam. Dalam dua dekade implementasi Otonomi Khusus Papua, berbagai capaian telah diraih, namun juga menyisakan tantangan struktural yang serius: gap pembangunan antara wilayah pesisir dan pegunungan, akses terbatas terhadap layanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan, serta ketimpangan ekonomi yang masih tinggi.
Di tengah dinamika global—transformasi digital, perubahan iklim, dan transisi menuju ekonomi berkelanjutan—Papua berada pada titik krusial untuk menentukan arah pembangunannya. Pendekatan pembangunan berbasis etnosains menawarkan alternatif solusi yang menjembatani kearifan lokal dengan inovasi modern, tambah Laus yang juga sebagai Founder APS dan APS Center for Delepoment and Global Studies.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ketua Panitia Konferensi APS III, Richard Patty menambahkan seiring dengan itu, semangat kebersamaan dalam membangun Tanah Papua yang adil, inklusif, dan berkelanjutan, dengan memiliki posisi yang sangat strategis melihat Papua khususnya Kota Jayapura sebagai pusat pertumbuhan ekonomi di Indonesia Timur, juga sebagai ruang interaksi dan sentra ekonomi.
"Penyelenggaraan Konferensi III Tahun 2026 kali ini terpusat di Kota Jayapura pada tanggal 27 sampai 29 Mei 2026 bertempat Papua Youth Creative Hub Kotaraja. Konferensi ke-III APS hadir sebagai platform strategis untuk mendialogkan berbagai pemangku kepentingan dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang lebih kontekstual," katanya.

Ket Foto : Ketua Umum Analisis Papua Strategis Laus Deo Calvin Rumayom bersama Sekretaris Jenderal Kementerian Tenaga Kerja Chris Kuntadi. Laus Rumayom yang juga Akademisi Universitas Cenderawasih pada periode sebelumnya sebagai Tenaga Ahli Kantor Staf Kepresidenan 2018-2022.
Konferensi ini merupakan kelanjutan komitmen APS CDGS (Analysis Papua Strategic Center for Development and Global Studies) sebagai lembaga think thank yang telah cukup lama, untuk selalu menghasilkan kajian berbasis bukti (evidence-based) yang menjadi rujukan pengambil kebijakan, tambah Richard yang juga sebagai Direktur APS CDGs, lembaga riset yang berada dalam APS Global Community.
Ps. Catto Mauri Ketua APS Kota Jayapura yang juga Sekretaris Panitia Konferensi APS III 2026, menyampaikan dalam keterangan persnya, Papua sebagai bagian integral dari Negara Kesatuan Republik Indonesia, memiliki keunikan tersendiri dalam konteks pembangunan nasional.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!