Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Peningkatan Suhu Laut Semakin Mengkhawatirkan

📅 Kamis, 27 Jul 2023, 06:10 WIB | Oleh:

Pengaruhi Kehidupan Laut

Saat ini para ahli khawatir karena gelombang panas laut dapat mempengaruhi kehidupan laut, perikanan, dan pola cuaca. Pada saat terjadi rekor suhu tinggi di sepanjang pantai Australia barat selama musim panas 2010/2011 mengakibatkan kematian ikan yang menghancurkan hutan rumput laut, yang secara mendasar mengubah ekosistem pesisir.

Beberapa tahun kemudian, gelombang panas laut yang belum pernah terjadi sebelumnya disebabkan oleh perubahan iklim dan diperkuat oleh El Nino yang kuat menyebabkan pemutihan karang terburuk yang pernah terlihat di Great Barrier Reef pada tahun 2016.

Gelombang panas laut dapat memicu peristiwa pemutihan karang massal dan telah meningkatkan tekanan yang dialami ekosistem terumbu karang di seluruh dunia. Suhu tinggi dapat menyebabkan polip karang mengeluarkanzooxanthellaeyang hidup di dalam jaringannya, menyebabkannya menjadi putih dan membuatnya lebih rentan terhadap penyakit dan ancaman lainnya.

Di Laut Mediterania, suhu luar biasa selama periode 2015-19 menyebabkan kematian massal yang berulang kali pada spesies kunci seperti karang dan rumput laut. Satu studi baru-baru ini menggambarkan gelombang panas laut seperti ini sebagai penyebab stres yang meluas ke ekosistem laut secara global.

Gelombang panas laut juga memudahkan spesies invasif untuk berkembang. Rumput laut Jepang, misalnya, berkembang biak di New Zealand ketika gelombang panas laut pada 2017-2018 di Laut Tasman membunuh rumput laut banteng selatan asli di daerah tersebut.

Ekolog kelautan di Asosiasi Biologi Kelautan Inggris dan anggota Kelompok Kerja Internasional Gelombang Panas Laut, Dan Smale, mengatakan guncangan pendek dan tajam tidak memberikan waktu bagi spesies untuk menyebar kembali dan mereka yang berada pada batas suhu yang dapat diatasi oleh tubuh mereka sangat berisiko.

Namun, masih banyak yang harus dipelajari tentang dampak gelombang panas laut dibandingkan dengan yang terjadi di darat karena pemantauan lebih sulit dan kurangnya catatan jangka panjang.

"Data yang kami dapatkan dari satelit sejak awal 1980-an sangat luar biasa, tetapi masalahnya adalah mencoba masuk lebih dalam," kata Smale. hay/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Asian Games: Tim Voli Putra...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.