Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Menkes Budi Gagas Gerakan Anak Sehat untuk Atasi 'Stunting'

📅 Selasa, 25 Jul 2023, 06:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Menkes Budi Gagas Gerakan  Anak Sehat untuk Atasi 'Stunting' Doc: ANTARA/Siti Nurhaliza

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI akan membangun kolaborasi sosial untuk mengatasistuntingdi 50 kabupaten/kota di Indonesia melalui Gerakan Anak Sehat. Hal itu disampaikan oleh Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, usai menghadiri rapat koordinasistuntingdi Balai Kota Jakarta, Senin (24/7).

"Rencana bulan ini kami meluncurkan Gerakan Anak Sehat. Ini untuk 50 kabupaten/kota di seluruh Indonesia yang memangstunting-nya perlu perhatian khusus," kata Menkes Budi.

Adapun wilayah kabupaten/kota yang dimaksud tersebar di lima provinsi dengan jumlah kasusstuntingterbanyak dan menyumbang 51 persen kasus nasional yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten, Sumatera Utara.

Menkes Budi mengatakan Gerakan Anak Sehat akan melibatkan semua komponen masyarakat, mulai dari kementerian/lembaga terkait, pemerintah daerah, swasta, komunitas, hingga keluarga, untuk memastikan seluruh intervensistuntingtidak salah arah.

Sasaran utama dari gerakan itu adalah mencegah anak tidak mengalamistuntingakibat kekurangan asupan gizi yang seimbang.

Hal terpenting dalam menanganistunting, kata Budi, adalah memastikan asupan protein hewani sampai ke dalam mulut anak. "Pentingnya adalah makanan itu masuk ke mulut dan itu tidak mungkin kami di pusat bisa mengontrol, karena itu yang paling susah. Harus benar-benar masyarakat membantu, sama seperti vaksinasi," kata dia.

Menkes Budi lalu mengatakan bahwa Gerakan Anak Sehat merupakan respons atas Program Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) yang diluncurkan pemerintah pada awal 2023, melalui penataan sasaran intervensi di masing-masing daerah.

DKI Jakarta akan menjadi titik awal Gerakan Anak Sehat dengan pertimbangan komitmen pemerintah yang kuat dalam menangani 798.107 balita rawan gizi di wilayah setempat.

"Kami tadi setuju datanya dibuat transparan dan penimbangan dilakukan untuk seluruh balita, itu banyak daerah yang belum timbang. DKI ini yang paling komitmen dan siap untuk bisa menimbang 798 ribu balita," kata dia.

Setelah seluruh balita ditimbang, kata Menkes Budi, akan muncul balita berkriteria rawan gizi yang memerlukan asupan protein hewani, seperti ikan, telur, daging dan sebagainya.

Kemenkes juga mendorong kolaborasi dengan swasta untuk mendanai intervensi tersebut melalui peran orang tua asuh. Sedangkan partisipasi masyarakat dibutuhkan untuk memastikan asupan gizi seimbang dan makanan berprotein hewan masuk ke mulut balita sasaran, kata Menkes Budi menambahkan.

"Yang paling sulit adalah memastikan begitu kami bantu, itu makanan jadi protein hewani yang masuk ke mulut balitanya. Gimana memastikan dan menjaganya?, kami butuh partisipasi masyarakat seluas-luasnya," kata dia.

SSGI Kemenkes RI melaporkan prevalensistunting di Indonesia mengalami penurunan, dari 24,4 persen di 2021 menjadi 21,6 persen pada 2022. Tapi, jumlah tersebut masih perlu ditekan hingga 14 persen di 2024 sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional. Ant/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
DLH Cirebon Kerahkan 9 Truk...
Daerah
Kasus yang Melingkungi Proy...
Daerah
Polres Kerinci Bahas Distri...
Olahraga
Sabalengka di Luar Dugaan D...

Tim Piala Dunia, Maroko Dapat Menjadi Kuda Hitam

40 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Maroko Dap...
Olahraga
Laga Generasi Baru Menuju F...

Tim Piala Dunia, Mampukan Brasil Juara Keenam Kalinya?

52 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Mampukan B...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.