Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

ChatGPT Mimpi Buruk bagi Privasi Data, Hati-hati Jika Pernah Beri Komentar Online

📅 Selasa, 25 Jul 2023, 11:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
ChatGPT Mimpi Buruk bagi Privasi Data, Hati-hati Jika Pernah Beri Komentar Online Doc: The Conversation/Shutterstock
Ket. Situs web ChatGPT OpenAI.

Uri Gal, University of Sydney

ChatGPT telah menggemparkan dunia. Dalam waktu dua bulan setelah dirilis, aplikasi ini telah mencapai 100 juta pengguna aktif, menjadikannya aplikasi konsumen dengan pertumbuhan tercepat yang pernah diluncurkan.

Para pengguna tertarik dengan kemampuan canggih alat ini - dan khawatir dengan potensinya yang dapat menyebabkan gangguan di berbagai sektor.

Implikasi yang jarang dibicarakan adalah risiko privasi yang ditimbulkan oleh ChatGPT pada kita semua. Baru-baru ini, Google meluncurkan AI (artificial intelligence) percakapannya sendiri yang disebut Bard, dan yang lainnya pasti akan menyusul. Perusahaan-perusahaan teknologi yang bekerja pada AI telah memasuki perlombaan superioritas ini.

Masalahnya, hal ini didorong oleh data pribadi kita.

300 miliar kata. Berapa banyak yang milik kamu?

ChatGPT didukung oleh model bahasa besar yang membutuhkan data dalam jumlah besar agar dapat berfungsi dan berkembang. Semakin banyak data yang dilatih, semakin baik model ini dalam mendeteksi pola, mengantisipasi apa yang akan terjadi selanjutnya, dan menghasilkan teks yang masuk akal.

OpenAI, perusahaan di balik ChatGPT, memberi alat ini sekitar 300 miliar kata yang diambil secara sistematis dari internet: buku, artikel, situs web, dan postingan - termasuk informasi pribadi yang diperoleh tanpa persetujuan.

Jika kamu pernah menulis postingan di suatu blog atau ulasan produk, atau mengomentari sebuah artikel secara daring, ada kemungkinan besar informasi ini dikonsumsi oleh ChatGPT.

Jadi, mengapa hal itu menjadi masalah?

Pengumpulan data yang digunakan untuk melatih ChatGPT bermasalah karena beberapa alasan.

Pertama, tidak ada satu pun dari kita yang ditanya apakah OpenAI dapat menggunakan data kita. Ini jelas merupakan pelanggaran privasi, terutama ketika data tersebut bersifat sensitif dan dapat digunakan untuk mengidentifikasi kita, anggota keluarga kita, atau lokasi kita.

Bahkan ketika data tersedia untuk umum, penggunaannya dapat melanggar apa yang kita sebut integritas kontekstual. Ini adalah prinsip dasar dalam diskusi hukum tentang privasi. Prinsip ini mensyaratkan bahwa informasi individu tidak boleh diungkapkan di luar dari konteks penggunaan informasi tersebut.

Selain itu, OpenAI tidak menawarkan prosedur bagi individu untuk memeriksa apakah perusahaan menyimpan informasi pribadi mereka, atau untuk memintanya dihapus. Ini adalah hak yang dijamin sesuai dengan Peraturan Perlindungan Data Umum Eropa (GDPR) - meskipun masih dalam perdebatan apakah ChatGPT mematuhi persyaratan GDPR.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Pengamat : Salvage KMP Batumandi Patut Dicontoh

38 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Pengamat : Salvage KMP Batu...

Jakarta Merintis Diri Menjadi Hub Ekonomi Kreatif

39 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Jakarta Merintis Diri Menja...
Daerah
Mau Tahu Alasan Dedi Mulyad...
Ekonomi
GoPay Permudah Masyarakat I...
Megapolitan
Waoooww….Warga Bandung ak...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.