Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

ChatGPT Mimpi Buruk bagi Privasi Data, Hati-hati Jika Pernah Beri Komentar Online

📅 Selasa, 25 Jul 2023, 11:30 WIB | Oleh: Tim Penulis

"Hak untuk dilupakan" ini sangat penting terutama dalam kasus-kasus yang informasinya tidak akurat atau menyesatkan, yang tampaknya sering terjadi pada ChatGPT.

Selain itu, data hasil pencarian ini yang digunakan ChatGPT bisa jadi merupakan hak milik atau hak cipta. Misalnya, ketika saya memintanya, alat ini menghasilkan beberapa bagian pertama dari buku Joseph Heller, Catch-22 - sebuah teks yang dilindungi hak cipta.

Akhirnya, OpenAI tidak membayar data yang diambilnya dari internet. Individu, pemilik situs web, dan perusahaan yang memproduksinya tidak diberi kompensasi. Hal ini sangat penting mengingat OpenAI baru-baru ini dihargai sebesar US$29 miliar (Rp 433 triliun), lebih dari dua kali lipat nilainya pada 2021.

OpenAI juga baru saja mengumumkan ChatGPT Plus, suatu paket langganan berbayar yang akan menawarkan pelanggan akses berkelanjut, waktu respons yang lebih cepat, dan akses prioritas ke fitur-fitur baru. Paket ini akan berkontribusi pada pendapatan yang diharapkan sebesar $1 miliar (Rp 15 triliun) pada 2024.

Semua ini tidak akan mungkin terjadi tanpa data - data kita - yang dikumpulkan dan digunakan tanpa izin dari kita.

Kebijakan privasi yang lemah

Risiko privasi lainnya melibatkan data yang diberikan kepada ChatGPT dalam bentuk pertanyaan pengguna. Ketika kita meminta alat ini untuk menjawab pertanyaan atau melakukan tugas, kita mungkin secara tidak sengaja menyerahkan informasi sensitif dan meletakkannya di domain publik.

Misalnya, seorang pengacara mungkin meminta alat ini untuk meninjau draf perjanjian perceraian, atau seorang programmer mungkin memintanya untuk memeriksa sebuah kode. Perjanjian dan kode, selain esai yang dihasilkan, sekarang menjadi bagian dari basis data ChatGPT. Ini berarti mereka dapat digunakan untuk melatih alat ini lebih lanjut, dan disertakan dalam tanggapan terhadap permintaan orang lain.

Selain itu, OpenAI mengumpulkan cakupan yang luas dari informasi pengguna lainnya. Menurut kebijakan privasi perusahaan OpenAI, mereka mengumpulkan alamat IP (Internet Protocol) pengguna, jenis dan pengaturan browser, dan data interaksi pengguna dengan situs - termasuk jenis konten yang digunakan pengguna, fitur-fitur yang mereka gunakan, dan tindakan yang mereka lakukan.

OpenAI juga mengumpulkan informasi tentang aktivitas penjelajahan pengguna dari waktu ke waktu dan di seluruh situs web. Yang mengkhawatirkan, OpenAI menyatakan dapat membagikan informasi pribadi pengguna dengan pihak ketiga yang tidak ditentukan, tanpa memberi tahu mereka, untuk memenuhi tujuan bisnis mereka.

Saatnya untuk mengendalikannya?

Beberapa ahli percaya bahwa ChatGPT merupakan titik kritis bagi AI - sebuah realisasi perkembangan teknologi yang dapat merevolusi cara kita bekerja, belajar, menulis, dan bahkan berpikir. Terlepas dari potensi manfaatnya, kita harus ingat bahwa OpenAI adalah perusahaan swasta pencari laba yang kepentingan dan kepentingan komersialnya tidak selalu selaras dengan kebutuhan masyarakat yang lebih besar.

Risiko privasi yang melekat pada ChatGPT seharusnya menjadi peringatan. Dan sebagai konsumen dari teknologi AI yang semakin banyak, kita harus sangat berhati-hati tentang informasi apa yang kita bagikan dengan alat tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Diserang Rudal Iran, Bandar...
Luar Negeri
Warga Singapura Makin Panja...
Luar Negeri
Disapu Topan Jangmi, 23 War...

Babel Gatiskan 6.000 Sertifikat Halal

54 menit yang lalu | Sujar

Daerah
Babel Gatiskan 6.000 Sertif...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.