Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Satgas TPPO Buktikan Kehadiran Negara Perangi Sindikat Perdagangan Orang

📅 Sabtu, 22 Jul 2023, 07:44 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Satgas TPPO Buktikan Kehadiran Negara Perangi Sindikat Perdagangan Orang Doc: KORAN JAKARTA/M. FACHRI
Ket. Kepala BP2MI, Benny Rhamdani

Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) merupakan lembaga yang berwenang mengurus penempatan Pekerja Indonesia di luar negeri. Sebelumnya lembaga ini bernama Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BPN2TKI).

Dalam lebih dari sebulan terakhir semenjak gugus tugas Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) direstrukturisasi oleh Presiden Joko Widodo, peran BP2MI sangat vital. Sebagai anggota Gugus Tugas TPPO, lembaga ini banyak membantu kerja Satgas TPPO yang dibentuk Polri.

Sejak Satgas TPPO ini direstrukturisasi Presiden pada 29 Mei lalu, mulai 5 Juni hingga 3 Juli kemarin Polri sudah menetapkan 698 tersangka TPPO dan menyelamatkan 1.943 korban. Terkait bagaimana peran BP2Mi dan Satgas TPPO untuk memerangi sindikat perdagangan orang, berikut Kutipan wawancara wartawan Koran Jakarta, Fredrikus W Sabini, dengan Kepala BP2MI, Benny Rhamdani, dalam sejumlah kesempatan. Berikut petikan wawancaranya.

Tanggal 9 Juli Lalu, BP2MI menggerebek penampungan PMI Ilegal di Condet, seperti apa kronologinya?

Benar, lokasinya di Jl Batu Pandan, Batu Ampar, Kramat Jati, Jakarta Timur. Kami menggerebeknya pada Minggu, 9 Juli malam. Yang pimpin saya sendiri didampingi Brigjen Pol Dayan Plt Deputi Penempatan dan Pelindungan Kawasan Eropa dan Timur Tengah.

Berapa yang diamankan dalam penggrebekan tersebut?

Kami mengamankan sebanyak enam pekerja migran nonprosedural yang hendak diberangkatkan ke Arab Saudi, Timur Tengah. Perempuan semua diamankan, mereka ditampung di salah satu tempat.

Informasinya penempatan ilegal dari mana?

Kami mendapat informasi dari masyarakat adanya penampungan pekerja migran nonprosedural. Kemudian, langsung bergerak cepat melakukan penggerebekan dibantu pihak kepolisian. Atas pelaporan itu, kami berkoordinasi dengan pihak kepolisian langsung bergerak cepat.

Enam pekerja itu dari mana?

Mereka berasal dari Nusa Tenggara Barat (NTB). Rencananya para PMI ilegal ini segera dipulangkan ke daerah asalnya. Untuk saat ini, kami tampung mereka di Kantor BP3MI Ciracas untuk dilakukan pendampingan memberikan pemahaman terkait prosedur pemberangkatan secara resmi agar anak bangsa ini tidak menjadi korban perdagangan orang.

Mereka kita juga tawarkan agar mengikuti pemberangkatan secara resmi dari negara. Mereka menyatakan siap untuk mengikuti.

Bagaimana dengan pelakunya?

Dua pelaku yang diduga penyalur pekerja migran ilegal tersebut sudah diserahkan ke Polres Jakarta Timur. Kami pastikan mereka diproses hukum.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Berpotensi Melemah Lanjutan...
Olahraga
Iran Membidik Langkah Berse...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.