Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perusahaan Hiburan Jajaki Pembiayaan di Pasar Modal

📅 Sabtu, 08 Jul 2023, 07:36 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Perusahaan Hiburan Jajaki Pembiayaan di Pasar Modal Doc: KORAN JAKARTA/M. FACHRI
Ket. PAPARAN PUBLIK | Direktur Utama PT. Nusantara Sejahtera Raya, Tbk. Hans Gunadi (kedua kanan) berbincang bersama sejumlah direksi (dari kiri): Dody Suhartono, Arif Suherman, dan Tri Rudy Anitio usai pemaparan publik terkait rencana penawaran umum saham perdana (Initial Public Offering/IPO) di Jakarta, Jumat (7/7). PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk, yang dikenal sebagai Cinema XXI akan menawarkan sebanyak-banyaknya 8.335.000.000 saham baru yang dikeluarkan dari portepel perusahaan.

JAKARTA - Salah satu perusahaan hiburan terbesar PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk atau Cinema XXI berencana menjajaki pembiayaan di pasar modal melalui penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI), sebanyak 8,33 miliar saham atau 10 persen dengan harga penawaran awal (book building) di kisaran 270-288 rupiah per saham.

Direktur Utama Nusantara Sejahtera Raya. Hans Gunadi dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (7/7) mengatakan perseroan akan menggunakan sekitar 65 persen dana hasil IPO untuk belanja modal pengembangan jejaring bioskop di Indonesia, yang akan dilakukan melalui pembangunan bioskop baru.

Selain itu, pembelian peralatan proyeksi gambar dan suara dengan teknologi terbaru dan peralatan lainnya, untuk meningkatkan kualitas bioskop yang ada saat ini dan kenyamanan penonton.

Kemudian, sekitar 15 persen akan digunakan untuk modal kerja, dan sekitar 20 persen untuk pembayaran kewajiban jangka pendek perseroan ke bank.

Adapun masa penawaran awal saham dijadwalkan pada 10 sampai 14 Juli 2023, dengan menargetkan dapat meraih dana sebanyak-banyaknya sekitar 2,4 triliun rupiah dalam IPO itu.

"Aksi korporasi ini akan mengukuhkan komitmen perusahaan untuk selalu memberikan akses seluas-luasnya bagi masyarakat untuk menonton film favorit, termasuk dengan membuka bioskop di daerah-daerah yang potensial di seluruh Indonesia," kata Hans.

Sebagai penjamin pelaksana emisi efek, perseroan telah menunjuk PT JP Morgan Sekuritas Indonesia, PT Mandiri Sekuritas, dan PT UBS Sekuritas Indonesia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.