Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ajak Bank Lain agar Penyaluran Dana Belajar Lancar

📅 Sabtu, 08 Jul 2023, 05:25 WIB | Oleh:
Ajak Bank Lain agar Penyaluran Dana Belajar Lancar Doc: ANTARA/Walda Marison
Ket. Ketua Komisi E DPRD Iman Satria di gedung DPRD DKI Jakarta.

JAKARTA - Mengingat Bank DKI sering menunda dalam menyalurkan biaya bantuan sekolah, maka Pemprov Jakarta diminta mencari mitra bank lain agar penyalurannya lebih lancar. "DKI perlu mempertimbangkan untuk menggandeng bank lain karena Bank DKI sering gagal menyalurkan anggaran Kartu Jakarta Pintar atau KJP secara tepat waktu," ujar Ketua Komisi E DPRD, Iman Satria, Jumat (7/7).

"Kalau memang bank DKI tidak bisa menangani, jangan dipaksakan. Cari bank lain sebagai penyalur. Tidak usah malu-malu," katanya. Menurut Iman, fenomena mengendapnya dana KJP merupakan masalah serius karena banyak masyarakat pemegang KJPtidak bisa menerima haknya karena Bank DKI tidak kunjung mengirimkan uang ke rekening mereka.

Bank DKI pun sebelumnya sudah bertemu dengan Komisi B DPRD. Kepada mereka, Bank DKI mengaku ada permasalahan pengiriman daftar pemegang KJP dari pemerintah ke bank. Karena daftar tersebut terlambat dikirim ke Bank DKI, dana KJP pun akhirnya terlambat pula untuk dikirimkan.

Mendengar hal terlalu, Iman Satria, memastikan akan memanggil Dinas Pendidikan dan Bank DKI untuk minta klarifikasi secara langsung. Menurut dia, Bank DKI tidak patut saling menyalahkan dalam kasus tersebut. "Ini harus diklarifikasi dulu seperti apa," jelas dia.

"Bisa juga Dinas Pendidikan sudah memberikan daftar, tapi bank DKI terlambat input karena jumlahnya terlalu banyak. SDM bank DKI yang kurang," tambah dia. Iman memastikan kedua belah pihak akan dipertemukan dengan Komisi E dalam dua pekan ke depan.

Sebelumnya, BPK mengungkap adanya temuan dana sebesar 197,55 miliar dalam anggaran Provinsi DKI Jakarta tahun 2022 yang tidak tersalurkan kepada pemegang KJP Plus dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU).

"Bantuan Sosial KJP Plus dan KJMU senilai 197,55 miliar belum disalurkan kepada penerimanya. Bantuan Sosial Pemenuhan Kebutuhan Dasar senilai 15,18 miliar tidak sesuai dengan ketentuan," kata anggota V BPK, Ahmadi Noor Supit.

Diharapkan dengan adanya bank alternatif terjadi persaingan sehat. Bank yang tidak menyalurkan sebaiknya ditinggalkan saja karena akan mengganggu proses belajar para siswa dan mahasiswa.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.