17 Orang Tewas Diduga Keracunan Gas di Daerah Kumuh Afrika Selatan
📅 Jumat, 07 Jul 2023, 13:19 WIB | Oleh: Lili Lestari
Doc: AFP/Wikus de Wet
BOKSBURG - Kebocoran gas diduga menyebabkan 17 orang tewas di Afrika Selatan. Para korban, termasuk tiga anak, meninggal karena menghirup gas di pemukiman kumuh Angelo di Boksburg, sebelah timur Johannesburg.
Polisi dan penyelidik forensik mengatakan tempat kebocoran gas beracun masih aktif. Mereka mengimbau warga untuk menjauh dari daerah tersebut.
Menurut laporan BBC, kebocoran yang terjadi pada Rabu (5/7) dikaitkan dengan penambangan emas ilegal di daerah tersebut.
Gas sering digunakan penambang emas illegal yang dikenal dengan sebutan zama zamas, untuk mengekstraksi emas dari tanah yang dicuri dari lubang tambang yang ditinggalkan.
Salah satu tabung gas ditemukan bocor di kota kumuh Angelo yang berpenduduk padat di Boksburg.
Sebaiknya Anda baca juga:
Para korban ditemukan dalam radius 100 m dari tempat kejadian.
"Adegan itu memilukan... mayat-mayat berserakan di mana-mana," kata Panyaza Lesufi, Perdana Menteri Provinsi Gauteng.
Pejabat layanan darurat khawatir akan lebih banyak mayat ditemukan saat tim SAR melanjutkan pencarian korban.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dua belas orang dirawat di rumah sakit, satu orang di antaranya dalam kondisi kritis.
Seorang wanita, warga Mozambik yang tinggal di Afrika Selatan, mengatakan kepada BBC, suaminya meninggal akibat kebocoran gas.Dia mengatakan telah menerima telepon dari seorang tetangga yang memberitahunya bahwa suaminya telah pingsan.
Sambil menangis, dia mengatakan sedih bagaimana akan membawa jenazah suaminya pulang ke Mozambik karena dia menganggur dan suaminya bekerja paruh waktu sebagai tukang.
Johannesburg, umumnya dikenal sebagai kota emas, adalah rumah bagi labirin lubang tambang yang terbengkalai yang membentang ratusan kilometer.
Penambang emas ilegal kebanyakan dari negara tetangga, seperti Lesotho, Zimbabwe dan Mozambik, telah mengambil alih tambang yang ditinggalkan.
Penduduk Angelo mengatakan kepada BBC bahwa gerombolan penambang ilegal telah menyewa tempat tinggal, tempat mereka mengolah hasil rampasan mereka.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!