Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Abaikan Tekanan IMF yang Hambat Hilirisasi Produk

📅 Senin, 03 Jul 2023, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Abaikan Tekanan IMF yang Hambat Hilirisasi Produk Doc: ISTIMEWA
Ket. FABBY TUMIWA Direktur Eksekutif IESR - Tidak tepat jika IMF mengatur-atur soal ini. Menurut saya, pemerintah tetap saja melakukan hilirisasi, kalau perlu dipercepat, sembari mendorong pengembangan industri pemanfaat/midstream dan downstream-nya.

» Hilirisasi justru harus dipercepat sambil menunggu pengembangan industri pemanfaat/midstream dan downstream.

» Relaksasi ekspor konsentrat menimbulkan diskriminasi ke perusahaan nikel dan bauksit.

JAKARTA - Hampir semua kalangan mendukung pemerintah untuk mengabaikan tekanan IMF yang berupaya menghambat hilirisasi produk terutama komoditas bahan tambang yang diekspor ke luar negeri.

Ketua Bidang Maritim, Kelautan, dan Perikanan Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi), Fathul Nugroho, mengatakan keputusan pemerintah yang menolak tegas imbauan IMF sudah tepat. Sebab, kebijakan hilirisasi yang gencar dilakukan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sangat baik dan menguntungkan Indonesia.

Pemerintah, katanya, harus berani dan siap menghadapi pihak asing yang kontra dengan kebijakan tersebut.

"Kebijakan hilirisasi sudah berjalan dengan baik, terutama mineral. Beleid tersebut berhasil meningkatkan investasi dan nilai tambah ekspor hasil pengolahan mineral," kata Fathul.

Pemerintah, tambah Fathul, bahkan harus memperluas hilirisasi ke produk sektor kelautan dan perikanan. Terlebih, Indonesia merupakan negara kepulauan, dengan luas lautan dan garis pantai terpanjang kedua di dunia.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) sepanjang tahun 2022, nilai ekspor produk perikanan mencapai 6,24 miliar dollar AS, atau naik 9,15 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Capaian itu didapat dari pengiriman ke Amerika Serikat (AS), Tiongkok, Jepang, serta negara-negara lain di Asean dan Uni Eropa.

Pada kesempatan terpisah, Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR), Fabby Tumiwa, berharap pemerintah tidak gentar menghadapi asing karena kebijakan hilirisasi untuk mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya alamnya (SDA), sebagai negara yang berdaulat dan tidak bisa ditawar-tawar lagi oleh asing.

"Tidak tepat jika IMF mengatur-atur soal ini. Menurut saya, pemerintah tetap saja melakukan hilirisasi, kalau perlu dipercepat, sembari mendorong pengembangan industri pemanfaat/midstream dan downstream-nya," tegas Fabby.

Hal yang perlu diperhatikan pemerintah dalam hilirisasi adalah tetap memperhatikan keberlanjutan lingkungan dan menghindari upaya negara lain melihat kebijakan ini sebagai trade barrier.

Tantangan, kata Fabby, yang harus diperhatikan adalah hilirisasi tidak terlalu akseleratif karena tidak mudah mencari investor yang serius dan punya modal. Apalagi, pembangunan smelter biayanya tinggi.

Sementara itu, peneliti Sustainability Learning Center (SLC), Hafidz Arfandi, yang fokus pada isu keberlanjutan mengatakan pemerintah tidak boleh kalah terhadap tekanan asing, sebab hilirisasi memberi multiplier effect atau efek berganda terhadap perekonomian nasional.

Selain melawan tekanan asing, upaya lain yang perlu dilakukan pemerintah adalah pengaturan produksi di dalam negeri.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Eri Cahyadi Tegaskan Tak Ad...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.