Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Sebut Xi Jinping 'Diktator', Biden Nilai Tak Rusak Hubungan AS-Tiongkok

📅 Jumat, 23 Jun 2023, 14:37 WIB | Oleh: Tim Penulis
Sebut Xi Jinping 'Diktator', Biden Nilai Tak Rusak Hubungan AS-Tiongkok Doc: ANTARA/REUTERS/Kevin Lamarque
Ket. Presiden AS Joe Biden (kanan) berjabat tangan dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping saat pertemuan di sela-sela KTT para pemimpin G20 di Bali, Indonesia, (14/11/2022).

WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat Joe Biden pada Kamis (22/6) menilai bahwa komentarnya yang menyebut Presiden Tiongkok Xi Jinping sebagai diktator tidak akan melemahkan atau merumitkan hubungan AS dengan Tiongkok.

Biden juga menolak untuk menarik kembali pernyataan bernada sentimen tersebut.

"Gagasan untuk memilih atau menghindari perkataan dari apa yang saya pikirkan adalah fakta yang terkaithubungan dengan Tiongkok, bukan sesuatu yang akan banyak saya ubah," kata Biden kepada wartawan di Gedung Putih.

Biden mengharapkan akan bertemu dengan Xi dalam waktu dekat dan menyatakan Menteri Luar Negeri Antony Blinken telah melakukan lawatan yang hebat ke Tiongkok baru-baru ini.

"Saya pikir itu tidak akan ada dampak nyata," kata Biden mengenai komentar yang dia buat.

Tiongkok menggambarkan komentar awal Biden sebagai sebuah provokasi dan telah melayangkan keberatan kepada Pemerintah AS.

Dalam sebuah acara penggalangan dana di California pekan ini, Biden menyatakan Xi sangat malu ketika sebuah benda yang diduga sebagai balon mata-mata Tiongkok terbang ke luar jalur melewati ruang angkasa AS pada awal tahun ini. Blinken pada Senin menyatakan perihal kejadian tersebut sudah harus ditutup.

"Alasan kenapa Xi Jinping sangat marah ketika saya menembak jatuh balon yang dilengkapi dengan dua kotak penuh peralatan mata-mata itu adalah dia tidak mengetahui bahwa benda itu berada di sana," kata Biden kepada para peserta penggalangan dana.

"Itu adalah hal yang sangat memalukan bagi diktator. Ketika mereka tidak tahu apa yang terjadi. Benda itu tidak mengarah seperti yang ditentukan. Benda itu terbang ke luar jalur," katanya.

Biden sebelumnya menyebut Tiongkok "pada dasarnya" adalah sebuah kediktatoran dan "sebuah tempat bagi otokrat, diktator," sembari menyatakan tidak ada pemimpin dunia lain yang ingin menjadi seperti Xi.

Xi membawahi sistem satu partai yang banyak kelompok hak asasi manusia, pemimpin negara-negara Barat, dan akademisi menyebutnya sebagai kediktatoran karena kurang memiliki sistem peradilan yang independen, kebebasan pers, atau hak pilih universal untuk jabatan nasional.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp84.400/...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

46 menit yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Olahraga
Janice Tjen Mulus ke Peremp...
Nasional
Grab Tegaskan Rumor Hengkan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.