Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Korut Sebut Peluncuran Satelit yang Gagal 'Tak Dapat Diabaikan'

📅 Senin, 19 Jun 2023, 11:56 WIB | Oleh:
Korut Sebut Peluncuran Satelit yang Gagal 'Tak Dapat Diabaikan' Doc: Kyodo/KCNA
Ket. Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (kanan) terlihat menghadiri rapat pleno Komiter Pusat Partai Buruh Korea yang digelar pada 16-18 Juni 2023.

BEIJING - Korea Utara menilai upayanya yang gagal saat meluncurkan satelit mata-mata militer akhir bulan lalu sebagai kekurangan "paling serius" yang "tidak dapat diabaikan" dan berjanji akan berhasil menempatkannya ke luar angkasa segera, kata media pemerintah, Senin (19/6).

Kyodo News mengatakan, penilaian tersebut dibuat dalam pertemuan pleno tiga hari Komite Sentral Partai Buruh Korea yang diperpanjang hingga Minggu. Pertemuan tersebut juga menyerukan agar mempertahankan kebijakan negara dalam meningkatkan produksi senjata nuklir yang kuat, menurut Kantor Berita Pusat Korea resmi, KCNA.

Sebuah laporan tentang pertemuan penting yang dihadiri pemimpin Kim Jong Un, "mengkritik keras" para pejabat yang terlibat dalam peluncuran satelit yang gagal pada 31 Mei. Laporan itu mengatakan mereka "secara tidak bertanggung jawab melakukan persiapan" untuk peluncuran tersebut.

Para ilmuwan diinstruksikan untuk membuat analisis menyeluruh tentang penyebabnya dan melakukan peluncuran yang sukses "dalam rentang waktu singkat, dan dengan demikian membuat jalan pintas untuk meningkatkan" kemampuan intelijen pengintaian militer negara, kata KCNA.

Pertemuan itu menekankan, pengembangan satelit pengintaian militer "sangat penting" dalam membuat "persiapan penuh untuk pertempuran" di antara lima poin tujuan utama yang ditetapkan dalam rencana pertahanan nasional lima tahun mulai 2021.

Biro Politik Komite Pusat partai juga meminta "bidang pertahanan nasional untuk secara konsisten mematuhi orientasi pengembangan senjata nuklir" dan memperkuat kekuatan nuklir, kata kantor berita itu.

Mengacu pada Amerika Serikat dan Korea Selatan, laporan itu mencatat "situasi keamanan yang sangat memburuk" di Semenanjung Korea karena "gerakan perang yang sembrono dari pasukan musuh" dan menyerukan tanggapan cepat.

Biro Politik mengakui "penanggulangan ofensif harus selalu diambil dengan paksa tanpa penundaan terhadap peningkatan ketegangan militer yang disengaja dan tidak terselubung oleh musuh" dan pertemuan pleno "dengan suara bulat menyetujui rencana konkret dan cara penanggulangan," kata KCNA tanpa menjelaskan lebih lanjut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Forum Ulama Satukan Komitmen Tolak Politik Uang di Muktamar ke-35 NU
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
  • Cuaca Hari Minggu Cerah Berawan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
  • 269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar
    Preview komentar:
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Luar Negeri
Paus Leo XIV Desak Dunia La...

PDIP Jatim Bidik Kursi Gubernur pada Pemilu 2029

1.5 jam yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
PDIP Jatim Bidik Kursi Gube...
Kemenkes: 3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

Kemenkes: 3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.