Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Putin Bertemu Sejumlah Pemimpin Afrika Bahas Konflik Rusia-Ukraina

📅 Minggu, 18 Jun 2023, 09:57 WIB | Oleh: Tim Penulis
Putin Bertemu Sejumlah Pemimpin Afrika Bahas Konflik Rusia-Ukraina Doc: AFP/Getty Images/Evgeny Biatov
Ket. Presiden Rusia Vladimir Putin (kanan) dan Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa mengikuti pertemuan dengan para pemimpin Afrika di Istana Constantine di Strelna, Russia, 17 Juni 2023.

ST PETERSBURG - Presiden Rusia Vladimir Putin di Istana Constantine, St. Petersburg, pada Sabtu (17/6) bertemu dengan delegasi perdamaian dari negara-negara Afrika yang ingin mengakhiri perang Rusia-Ukraina.

Sebelumnya, delegasi tersebut bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy di ibukota Ukraina, Kiev,pada Jumat (16/6).

Delegasi tersebut termasuk ketua Uni Afrika dan Presiden Komoro Azalo Assoumani, serta Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa, Presiden Senegal Macky Sall, Presiden Zambia Hakainde Hichilema, Perdana Menteri Mesir Mustafa Madbuli dan para kepala negara dari Kongo dan Uganda.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov dan Penasihat Kebijakan Yuriy Ushakov juga hadir dalam pertemuan yang berlangsung lebih dari tiga jam.


"Kami terbuka dengan dialog yang konstruktif dengan siapa pun yang ingin menciptakan perdamaian, berdasarkan prinsip keadilan dan mempertimbangkan kepentingan sah para pihak," kata Putin pada permulaan pertemuan.

Setelah mendengarkan penawaran 10 poin perdamaian dari Ramaphosa, Putin mengatakan masalah dimulai di Ukraina setelah "kudeta negara berdarah yang tidak konstitusional" yang didukung oleh Barat pada 2014, dan Putin mengklaim bahwa kudeta tersebut adalah "sumber kekuatan" dari pemerintahan saat ini.

Dengan memperhatikan bahwa Rusia mendukung beberapa warga Ukraina yang menyatakan tidak akan mendukung pemerintahan yang berkuasa dengan kudeta karena ikatan sejarah dan budaya, Putin mengatakan Perjanjian Minsk ditandatangani antara para pihak untuk menyelesaikan masalah dengan damai.

Putinmenyatakan bahwa pemerintahan Kiev menarik diri dari proses perdamaian dengan tidak mematuhi perjanjian damai, sehingga Rusia setelah itu harus mengakui Republik Rakyat Donetsk dan Republik Rakyat Lugansk, setelah delapan tahun menolak untuk melakukannya karena wilayah itu terbentuk di Ukraina.


Putinberpendapat bahwa pengakuan mereka atas pemerintahan-pemerintahan tersebut mengikuti hukum internasional dan Piagam PBB.

"Menurut Piagam PBB, pemerintahan-pemerintahan ini dapat mendeklarasikan kemerdekaannya," katanya.

Sembari mengumumkan angka jumlah ekspor makanan dari Ukraina per 15 Juni, Putin mengakui upaya Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dalam kesepakatan biji-bijian.

"Sebanyak 31,7 juta ton produk pertanian diekspor dari pelabuhan-pelabuhan Ukraina dengan bantuan Rusia dan Turki, 976 ribu ton produk pertanian dikirim ke negara-negara Afrika yang membutuhkan, yaitu Djibouti, Somalia, Sudan, Libya, dan Ethiopia," katanya.

"Pemerintahan neo-kolonial Eropa, atau lebih tepatnya pemerintahan Amerika, memperdayai masyarakat internasional dan negara-negara Afrika yang membutuhkan," katanya, menambahkan.

Sambil menegaskan bahwa Rusia "tidak pernah menolak negosiasi", Putinmenyatakan pada Maret lalu, dengan bantuan Erdogan, delegasi dari Rusia dan Ukraina berunding di Turki.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.