Pembangunan SDM Jadi Kunci Indonesia Hadapi Tantangan Global
📅 Sabtu, 17 Jun 2023, 07:09 WIB | Oleh: Tim RedaksiIndonesia merupakan negara antara sekuler dan teokrasi karena menjamin kebebasan beribadah, tetapi juga mengatur agama. Nilai Indonesia dalam hubungan antara agama dan negara berada di spektrum tujuh, jika dilihat dari spektrum satu sampai sembilan. Hal ini disebabkan ada yurisdiksi yang diatur oleh negara.
Sekali lagi, ini cara kami di Lemhannas untuk berusaha memikirkan Pancasila yang dibenturkan tantangan geopolitik
Bagaimana Anda melihat pertahanan di IKN?
Kita melihat ada perkembangan-perkembangan teknologi baru. Kalau dalam tiga tahun terakhir ini kombinasi antara cyber, kombinasi digital dengan space yang akhirnya menghasilkan tema smart defence yang betul-betul mengandalkan lompatan teknologi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Saat akan digelarnya pertahanan di Ibu Kota Nusantara (IKN), pastikan gelar itu sudah mengantisipasi perubahan karakter perang. Hal tersebut karena adanya pergeseran geopolitik, pergeseran ancaman, dan juga ada pergeseran teknologi.
Apa ada tugas khusus Presiden terkait IKN ini?
Lemhannas RI mendapat tugas dari Presiden Joko Widodo untuk mengkaji Ibu Kota Nusantara dan salah satu hal yang dikaji adalah bagaimana merumuskan pertahanan IKN dan dikaitkan dengan perkembangan teknologi. Karena salah satu kajian kami yang diminta presiden adalah tentang transformasi digital.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dinamika global mengindikasikan perang masa depan akan makin kompleks. Gelar persenjataan mutakhir diproyeksikan akan menjadi fitur utama di ketika konflik mengeskalasi di berbagai titik ketegangan.
Beberapa titik ketegangan global berlokasi relatif dekat dengan Indonesia dan IKN secara khusus. Eskalasi konflik di kawasan tersebut akan membawa dampak langsung bagi Indonesia dan Ibu Kota Negara secara khusus. Oleh karena itu, penerapan sistem pertahanan cerdas perlu menjadi prioritas bagi pembangunan pertahanan nasional.
Seperti apa konsep pertahanan cerdas itu?
Pada konsep pertahanan cerdas (smart defence), perkembangan teknologi, kompleksnya medan pertempuran, serta kerawanan IKN meniscayakan kebutuhan pengadopsian konsep tersebut. Penerapan sistem pertahanan cerdas diimplementasikan melalui pengadopsian teknologi mutakhir serta sinergi dan sinkronisasi lintas domain. Teknologi kunci bagi penerapan konsep smart defense meliputi kapasitas di sektor informasi, pengindraan, serangan, dan komando.
Kajian yang disajikan Lemhannas RI bisa memperkuat para pemangku kepentingan di Kementerian Pertahanan RI dan TNI untuk mendapatkan pertahanan yang tangguh di Ibu Kota Nusantara.
Apa harapan Anda dengan HUT Lemhanas ke-58?
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!