Pembangunan SDM Jadi Kunci Indonesia Hadapi Tantangan Global
📅 Sabtu, 17 Jun 2023, 07:09 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: Gubernur Lemhanas, Andi Widjajanto
Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI) merupakan lembaga pemerintah non-kementerian yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden melalui Menteri Koordinator di bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam).
Andi Widjajanto kini menahkodai Lemhannas RI yang dilantik menjadi Gubernur I pada 21 Februari 2022. Gubernur Lemhannas RI memiliki sejumlah tugas, di antaranya memberikan saran dan masukan diminta/tidak diminta kepada Presiden RI yang berkaitan dengan berbagai permasalahan nasional, regional, dan internasional.
Berikut kutipan wawancara wartawan Koran Jakarta, Fredrikus W Sabini, dengan Gubernur Lemhanas, Andi Widjajanto, di sejumlah kesempatan. Mantan sekretaris kabinet itu memaparkan soal apa pesan Presiden saat dirinya dilantik tahun lalu. Andi juga menjelaskan kondisi geopolitik dan efeknya ke RI, seperti apa skema pertahanan di RI dan Ibu Kota Negara (IKN), bagaimana implementasi nilai-nilai Pancasila, dan bagaimana mencetak pemimpin masa depan.
Apa arahan Presiden saat Anda dilantik?
Ada tiga arahan dari Presiden terkait pengembangan Lemhannas. Pertama, untuk program yang sifatnya rutin diadakan agar terus dijalankan. Presiden meminta Lemhannas dapat melakukan terobosan metodologi, sehingga yang kita lakukan sesuai dengan perkembangan terkini, terutama metodologi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kedua, pada aspek kajian strategis, Lemhannas RI harus dapat menyajikan kajian yang sesuai dengan kebutuhan Presiden RI karena Presiden RI merupakan pengguna/user kajian. Kajian Lemhannas RI user-nya tunggal, yaitu Presiden RI. Untuk itu, Lemhannas RI perlu membuat kajian yang menyesuaikan dengan kebutuhan Presiden.
Ketiga, pada aspek pendidikan, memastikan setiap peserta yang lulus dari Lemhannas RI memiliki kerangka pemikiran strategis. Lemhannas RI diharapkan dapat memberikan pendidikan dengan kualitas global.
Kemarin (14/6) digelar Jakarta Geopolitical Forum VII/2023 "Asean's Future: Addressing the Region's Geo-Maritime Rifts" di Jakarta, apa yang mau Anda sampaikan?
Sebaiknya Anda baca juga:
Saat ini, dunia makin sulit untuk berkolaborasi dan memasuki era disconnectivity. Hal tersebut dinilai melemahkan kebutuhan untuk menciptakan rantai pasokan global yang berkelanjutan pada kawasan antarwilayah. Kita gagal menyadari bahwa kita sekarang sebenarnya sudah memasuki era interdependensi yang kompleks.
Dalam kondisi saat ini, di mana masih berlangsungnya konflik Russia dan Ukraina serta meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan China, perdamaian dan stabilitas global sangat sulit dicapai. Oleh karena itu, harus ditemukan terobosan agar tidak terjebak dalam persaingan strategis.
Lemhannas RI tengah mengusulkan dilaksanakannya studi kolaboratif tentang kekuatan regional dengan mitra regional guna memastikan Strategic Community Center di ALKI I, II, dan III. Kemudian hal tersebut, perlu diintegrasikan dengan rantai pasokan maritim yang menghubungkan negara-negara selatan yang akan menjadi pemain utama global, seperti Nigeria, Afrika Selatan, Kenya, Kongo, Arab Saudi, India, Indonesia, Brasil, dan Argentina.
Saya berharap melalui Jakarta Geopolitical Forum VII/2023 dapat dihasilkan solusi yang sangat strategis dan juga operasional yang dapat ditawarkan kepada pemerintah kita masing-masing untuk diimplementasikan dalam memperkuat stabilitas kawasan kita.
Kira-kira hal apakah yang memengaruhi melemahnya nilai-nilai kebangsaan di Indonesia?
Ada tantangan global, eskalasi dinamika geopolitik, dan kondisi Tanah Air yang tengah memasuki tahun politik.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!