Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pembangunan SDM Jadi Kunci Indonesia Hadapi Tantangan Global

📅 Sabtu, 17 Jun 2023, 07:09 WIB | Oleh: Tim Redaksi

Isu-isu yang sedang Lemhannas RI kaji, yakni tentang geopolitik, Papua, konsolidasi demokrasi, transformasi digital, ekonomi hijau, ekonomi biru, dan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Bagaimana Anda melihat perkembangan geopolitik saat ini?

Saat ini Indonesia sedang berada pada titik krusial. Secara geopolitik dunia sedang tidak normal dan secara teknokratik sudah harus menyiapkan perencanaan tahun 2024. Untuk itu, para kepala daerah dan partai politik harus memastikan hal-hal yang sedang dijalankan pemerintah baik jangka menengah maupun jangka panjang dapat terlaksana dengan baik. Hal-hal seperti ini yang kami kaji supaya tekanan geopolitiknya dengan transisi politiknya bisa disiapkan dengan baik.

Seberapa penting Anda melihat kajian tentang arsitektur kesehatan?

Kajian tentang sektor arsitektur kesehatan baik secara global maupun nasional perlu dilakukan. Kami berusaha menawarkan kajian kepada presiden apa yang perlu dilakukan, sehingga kita memiliki arsitektur kesehatan Indonesia yang siap dengan tantangan ke depan.

Ketidakpastian global terjadi sejak pandemi Covid-19. Jika ditarik mundur ke belakang, ada beberapa penyakit seperti HIV Aids dan flu Spanyol yang juga turut menyebabkan ketidakpastian global. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa risiko geopolitik yang menjadi fokus Lemhannas RI bisa naik signifikan ketika ketidakpastian globalnya dipengaruhi masalah kesehatan. Pandemi global membuat banyak hal menjadi tidak menentu, salah satunya kolapsnya perekonomian. Untuk itu, mitigasi tentang hal tersebut perlu disiapkan.

Lemhannas RI akan berusaha untuk masuk ke kajian arsitektur kesehatan dengan melihat perbandingan-perbandingan global sehingga bisa memberi usulan kepada presiden atas masukan dari para narasumber yang merupakan pakar di bidang tersebut untuk mentransformasi arsitektur kesehatan Indonesia.

Bagaimana Anda mengomparansikan penerapan nilai-nilai Pancasila?

Agregat indeks global yang mengukur isu-isu prioritas Pancasila menunjukkan posisi Indonesia belum optimal. Pemetaan global menunjukkan posisi Indonesia masih berada di posisi sedang. Masih terdapat penerapan isu di tingkat nasional yang berada di bawah rata-rata standar global.

Secara khusus, pelaksanaan isu-isu prioritas di sila ke-1 dan ke-5 memiliki jarak yang paling signifikan dengan rata-rata global. Di sisi lain, Indonesia dinilai telah melaksanakan sila ke-4 relatif baik ketika dibandingkan dengan rata-rata standar global.

Paling kuat sila 4, karena kita berhasil menjalankan 5 kali pemilu demokratik sampai 2019, 2024 pemilu demokratis kita ke-6, 2029 pemilu demokratis kita ke-7, katanya setelah 7 kali, Indonesia menjadi negara demokrasi matang, yang terkuatnya sila ke-4.

Meski menjadi sila terkuat ada bentuk dari sila ke-4 yang sulit untuk dicari bentuknya, yakni kombinasi hikmat dan kebijaksanaan. Dua kata yang hampir tidak pernah kita pakai. Kapan kita ingin membuat keputusan, setop, cari dulu hikmat kebijaksanaannya.

Kemudian untuk sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, mengatur tentang hubungan antara agama dan negara, menjamin kebebasan beribadah, serta menjaga toleransi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Sekjen PBB Soroti Tantangan Lonjakan Populasi Lansia

55 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Sekjen PBB Soroti Tantangan...
Advertisement
Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.