Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Hentikan Impor Pangan

📅 Selasa, 13 Jun 2023, 08:44 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Hentikan Impor Pangan Doc: istimewa

JAKARTA - Ketegangan geopolitik berkepanjangan membawa banyak negara ke dalam tubir krisis pangan. Selain kolaborasi, cara lain mencegah krisis pangan dengan mengurangi kebergantungan impor pangan. Saat ini, sejumlah pangan pokok kita bersumber dari impor.

Direktur Program Indef, Esther Sri Astuti, mengatakan krisis pangan memang mungkin terjadi karena supply shock atau gangguan suplai, yakni kondisi keterbatasan suplai. Hal itu terjadi karena sejumlah faktor global, meliputi efek pandemi Covid belum usai, kondisi konflik geopolitik Ukraina dan Russia, serta perubahan iklim.

Dari dalam negeri, faktor pemicunya meliputi kebergantungan impor pangan, kebijakan yang tidak serius mengatasi problem sektor pertanian seperti masalah pupuk, kurangnya bimbingan teknis, kurang teknologi pertanian, skill petani kurang, harga jual pada saat panen rendah, dan lain sebagainya.

"Kita bisa terhindar dari krisis pangan apabila pemerintah serius untuk mengurangi impor pangan dan mendorong kebijakan untuk swasembada pangan," tegasnya pada Koran Jakarta, Senin (12/6).

Faktor penting lainnya, terang Esther, mendorong kolaborasi antara pemerintah, petani, swasta, dan perguruan tinggi dan lembaga swadaya masyarakat untuk bersama sama mendorong swasembada pangan.

Seperti diketahui, dalam laporan World Food Programme 2023, Global Report on Food Crises mencatat sebanyak 258 juta orang di 58 negara atau wilayah hidup dalam krisis pangan arau rawan pangan level akut. Jumlah itu meningkat 123 juta dibandingkan pada 2019. Kemudian, Analis Fitch Solutions Charles Hart memperkirakan shortfall antara produksi dan permintaan beras pada 2023 akan meningkat, sementara 3,5 miliar penduduk atau 90 persen penduduk dunia yang mengandalkan beras sebagai makanan utama, seperti Indonesia.

Diperkirakan, defisit pada pasokan beras mencapai 8,7 juta ton pada 2022/2023. Jumlah tersebut terbesar pada 20023/2004 di mana defisit mencapai 18,6 juta ton. Di sisi lain, Indonesia sebagai salah satu konsumen terbesar beras di dunia jelas terkena imbas.

Kenaikan harga beras akan melambungkan inflasi mengingat bobot beras dalam perhitungan inflasi terbilang besar yakni 3,33 persen. Sementara, harga beras sudah merangkak naik sejak September 2022 dan belum juga menurun.

Disikapi Cepat

Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan peringatan Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia atau Food and Agriculture Organization (FAO) terkait ancaman krisis pangan global harus disikapi cepat oleh semua pihak dengan mengedepankan kolaborasi.

"Ketegangan politik di berbagai negara dan ancaman perubahan iklim memerlukan peran aktif semua pihak untuk meningkatkan produksi sektor pertanian," kata Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto, di Padang, akhir pekan lalu.

Koordinator Nasional Koalisi Rakyat untuk Kedaulatan Pangan (KRKP), Said Abdullah, mengatakan sayangnya Indonesia masih masuk dalam jerat pangan global dan belum mampu menguatkan dirinya dari sisi produksi dan rantai pasok dalam negeri, tak heran saat gandum, kedelai, jagung, beras dipasar global harganya naik disini terjadi gejolak yang berujung pada instabilitas ekonomi, dan meningkatkan risiko kerawanan pangan.

Kata kolaborasi terangnya, tidak hanya diperlukan dalam konteks negera-negara, misalnya mempercepat perdamaian atau menguatkan pasokan pangan antar negara, namun bagi Indonesia menjadi penting kolaborasi di antara para pemangku kepentingan di dalam negeri. "Pemerintah, petani, akademisi, dan pihak lainnya perlu bahu membahu berkolaborasi memperkuat produksi, distribusi sebagai penguat ketahanan dan kedaulatan pangan nasional," tegasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

PSG Gandeng Google, Gemini Resmi Jadi Asisten AI Klub

35 menit yang lalu | Benny Mudesta Putra

Olahraga
PSG Gandeng Google, Gemini ...

Tren Mendaki "Tek Tok" Makan Korban, Malaysia Larang Jalur Berisiko

41 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Tren Mendaki "Tek Tok" Maka...
Luar Negeri
Kenapa Ada Kebijakan Baru I...
Olahraga
Ini Klasemen Grup A Piala A...
Luar Negeri
Semoga Tidak Ada Korban Jiw...
Ekonomi
Diversifikasi Ekspor Jadi K...

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.