Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

KJRI Kota Kinabalu Repatriasi 7 WNI Terkendala Masalah di Sabah

📅 Kamis, 08 Jun 2023, 17:50 WIB | Oleh:
KJRI Kota Kinabalu Repatriasi 7 WNI Terkendala Masalah di Sabah Doc: Dok KJRI Kota Kinabalu

KOTA KINABALU - KJRI Kota Kinabalu telah melaksanakan repatriasi bagi 7 WNI terkendala masalah di Malaysia pada tanggal 1-3 Juni 2023. Proses repatriasi berjalan lancar atas kerja sama KBRI Manila dengan pihak-pihak terkait di Malaysia antara lain Imigresen Sabah, Malaysia dan Jabatan Tenaga Kerja Sabah, Malaysia.

Sebagai tindak lanjut, rencana pemulangan ke-7 (Tujuh) akan dilakukan dengan menggunakan dari Pelabuhan Tunon Taka, Nunukan pada Selasa (6/6) ke daerah asalnya, dan estimasi ketibaan pada Jumat (9/6).

KJRI Kota Kinabalu melakukan penanganan permasalahan ??Sdr. DL dan Keluarga (6 orang) tersebut sejak operasi penyelamatan pada awal 25 Januari 2023 yang meminta bantuan perlindungan sebab menurut pengakuan Sdr. DL dan keluarga merasa diganggu oleh orang tidak dikenal yang beberapa kali datang ke kebun tempat Sdr. DL bekerja.

"Keluarga WNI tersebut kemudian mendapat fasilitas di tempat singgah sementara KJRI Kota Kinabalu hingga penyelesaian permasalahan Sdr. DL selesai termasuk diantaranya pengurusan dokumen perjalanan WNI pulang ke Indonesia, pengurusan proses keimigrasian di Malaysia, koordinasi dengan instansi terkait di Indonesia untuk penanganan pasca ketibaan, sampai pendampingan Sdr. DL bersama istri dan ke-4 anaknya ke Pelabuhan Tunon Taka, Nunukan," ungkap KJRI Kota Kinabalu seperti dikutip dari laman kemlu.go.id, Kamis (8/6).

Adapun permasalahan Sdr. DDD sesuai pengaduan pada 20 April 2023 bahwa yang bersangkutan mengalami sakit serta masih dalam kondisi dirawat di Hospital Tuaran, Sabah, Malaysia. Sdr. DDD mengalami stroke bagian pinggang kebawah serta hipertensi, dan kondisi terakhir memungkinkan dipulangkan ke Indonesia untuk mendapatkan perawatan lanjutan.

Menurut informasi Sdr. DDD sudah tinggal lebih dari 20 tahun di Sabah, dan tidak memiliki keluarga sama sekali di Sabah. Setelah penelurusan Satgas PWNI KJRI Kota Kinabalu berhasil mengetahui asal daerah serta keluarga yang dapat di hubungi di daerah asalnya di Sumba Barat Daya, NTT.

Sdr. DL dan Sdr. DDD yang kembali ke Indonesia menyampaikan kepada KJRI Kota Kinabalu bahwa dirinya lega akhirnya mendapatkan kejelasan kembali ke Tanah Air. Mereka mengimbau kepada masyarakat Indonesia yang ingin bekerja di Malaysia agar senantiasa mempersiapkan diri sebaik mungkin dan melengkapi dokumen sesuai aturan dan prosedur yang berlaku.

Konsul Jenderal RI Kota Kinabalu, Rafail Walangitan menyatakan bahwa pemulangan kali ini berhasil atas upaya-upaya dan kerja sama yang baik dari para pihak di Malaysia termasuk KRI Tawau yang juga menerima ke-7 WNI pada saat transit menunggu kapal ke Nunukan, serta penerimaan ketibaan di Indonesia oleh BP3MI Kalimantan Utara.

Konsul Jenderal Rafail lebih lanjut menyampaikan komitmennya bahwa KJRI Kota Kinabalu akan terus berupaya membantu pemulangan WNI yang terkendala di Malaysia sehingga dapat kembali ke Tanah Air dengan selamat. I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Ekonomi
BNI Private Dinobatkan seba...
Advertisement
Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.