Ilmuwan Temukan Situs Pemakaman Tertua di Dunia di Afrika Selatan
📅 Rabu, 07 Jun 2023, 00:00 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SBanyak yang menolak ketika pada 2015 Berger, yang penemuan awalnya mendapat dukungan dari National Geographic, pertama kali mengemukakan gagasan bahwa Homo naledi mampu melakukan lebih dari ukuran kepalanya.
"Itu terlalu banyak untuk diambil para ilmuwan saat itu. Kami pikir itu semua terkait dengan otak besar ini," katanya.
Sementara membutuhkan analisis lebih lanjut, para penelit mengatakan, penemuan tersebut mengubah pemahaman tentang evolusi manusia.
"Pemakaman, pembuatan makna, bahkan 'seni' bisa memiliki sejarah non-manusia yang jauh lebih rumit, dinamis, daripada yang kita duga sebelumnya," kata Agustin Fuentes, pakar antropologi di Universitas Princeton, yang ikut menulis studi tersebut.
Sebaiknya Anda baca juga:
Carol Ward, seorang antropolog di University of Missouri yang tidak terlibat dalam penelitian tersebut, mengatakan bahwa "temuan ini, jika dikonfirmasi, akan menjadi potensi yang sangat penting".
"Saya berharap untuk mempelajari bagaimana disposisi jenazah menghalangi kemungkinan penjelasan lain selain penguburan yang disengaja, dan untuk melihat hasilnya setelah diperiksa oleh tinjauan sejawat," katanya kepada AFP.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!