Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemerintah Dorong Perluasan Pasar Ekspor

📅 Selasa, 06 Jun 2023, 08:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemerintah Dorong Perluasan Pasar Ekspor Doc: ISTIMEWA
Ket. AIRLANGGA HARTARTO, Menteri Koordinator Perekonomian

JAKARTA - Perluasan pasar ekspor dan dampak perjanjian ekonomi komprehensif dengan sejumlah negara dinilai akan kembali mengungkit permintaan produksi. Hal tersebut meningkatkan Indeks Manajer Pembelian (PMI) Manufaktur Indonesia di sisa tahun ini.

"Kalau industri 'kan multisektor, kita lihat situasi global, kita dorong pasar baru, kemudian kedua kita jaga dalam bentuk CEPA (Comprehensive Economic Partnership Agreement/CEPA) akan membantu itu," kata Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (5/6).

Pernyataan Airlangga tersebut untuk menanggapi penurunan Purchasing Manager Index atau PMI Manufaktur Indonesia menjadi 50,3 pada Mei 2023 dari 52,7 pada April 2023. Menurut Airlangga, penurunan PMI, yang merupakan penurunan ke level ekspansi terendah sejak November 2022 itu, karena permintaan global yang melambat.

Dia mengatakan pemerintah akan terus mencermati kondisi perekonomian global dan domestik yang berdampak pada permintaan terhadap ekonomi Indonesia. Dia juga mengaku tidak terlalu khawatir PMI Manufaktur Indonesia akan terus menurun dalam beberapa bulan ke depan, karena ekspansi sektor manufaktur akan terungkit kembali.

Menurut laporan S&P Global, Purchasing Manager Index (PMI) manufaktur Indonesia tercatat turun ke level 50,3, dari bulan sebelumnya yang mencapai 52,7. Laju ekspansi Mei 2023 ini merupakan yang terendah sejak November 2022.

Penurunan Permintaan

Sementara itu, Economics Associate Director S&P Global Market Intelligence, Jingyi Pan mengatakan perkembangan utama pada survei terkait PMI Indonesia adalah penurunan permintaan baru karena kondisi ekonomi domestik dan global yang lebih lemah dalam mempengaruhi permintaan baru. Menurut Jingyi, sangat penting untuk memonitor seberapa tangguh penurunan permintaan terkini, karena hal ini akan mempengaruhi perkiraan pertumbuhan jangka pendek.

Pada sisi lain, kondisi permintaan yang lebih lemah menyebabkan tekanan harga bagi produsen Indonesia semakin berkurang. "Yang artinya inflasi harga jual yang lebih lunak di sektor produksi barang, sehingga mencerminkan upaya Bank Indonesia dalam menurunkan tekanan inflasi melalui pengetatan kebijakan moneter," kata Jingyi.

Indeks PMI Manufaktur menjadi indikator ekonomi yang mencerminkan keyakinan para manajer bisnis di sektor manufaktur. Skor indeks manufaktur PMI di bawah 50 mencerminkan kontraksi, sedangkan di atas 50 menggambarkan ekspansi ekonomi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Olahraga
Crysencio Summerville
Megapolitan
BMKG Prakirakan Jakarta Ber...

Gelombang Panas Eropa: Menara Eiffel Ditutup Sementara

1 jam lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Gelombang Panas Eropa: Mena...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.