Petani Berjuang Sendiri Hadapi Penyusutan Produksi Pangan
📅 Rabu, 24 Mei 2023, 01:04 WIB | Oleh: Tim RedaksiPendekatannya untuk menjaga ketahanan pangan nasional bertumpu pada pencapaian swasembada dengan meningkatkan pasokan domestik. Pada Konferensi Kerja Ekonomi Pusat pada Desember 2022, Xi menegaskan kembali pentingnya memperkuat kapasitas Tiongkok untuk memastikan ketahanan pangan dan swasembada.
Xi mengakui bahwa melestarikan lahan pertanian adalah faktor yang sangat diperlukan dalam upaya mencapai swasembada pangan. Tiongkok telah mengalami tingkat kehilangan dan kerusakan lahan pertanian yang mengkhawatirkan dalam beberapa tahun terakhir. Survei penggunaan lahan terbaru menunjukkan bahwa total lahan subur di Tiongkok menurun dari 334 juta hektar pada tahun 2013 menjadi 316 juta hektar pada tahun 2019, kehilangan lebih dari 5 persen hanya dalam waktu enam tahun. Yang mengejutkan, lebih dari sepertiga lahan subur Tiongkok yang tersisa, mengalami masalah degradasi, pengasaman, dan salinisasi.
Sementara dari India, panen gandum tahun ini terpukul karena curah hujan yang berlebihan di bulan Maret yang genting ketika memasuki tahap biji-bijian sedang terisi menjelang panen pada April.
Dikutip dari Mongabay, tahun lalu, suhu yang berlebihan pada Maret, yang paling tajam sejak pencatatan suhu negara dimulai pada 1901, berdampak pada produksi gandum yang lebih rendah dari produksi yang diharapkan, sekitar 4,5 juta ton.
Sebaiknya Anda baca juga:
India menargetkan 111,32 juta ton produksi gandum pada 2022, tetapi realisasi akhir tidak lebih dari 106,84 juta ton.
Tahun ini di tahun 2023, India menargetkan produksi 112 juta ton produksi gandum, 5 lebih tinggi dari tahun lalu. Mereka telah menabur gandum lebih dari 34 juta hektar di seluruh negeri, yang sedikit lebih tinggi dari tahun lalu.
Ketika sedang bersiap-siap panen, petani mengalami pukulan besar karena curah hujan yang berlebihan di beberapa negara penghasil gandum yang penting.
Sebaiknya Anda baca juga:
Misalnya, Punjab dan Haryana, menerima curah hujan tak terduga yang masing-masing melebihi 205 persen dan 220 persen, antara 1 Maret dan 3 April, menurut data dari Departemen Meteorologi India.
Presiden Rusia Vladimir Putin dari Moskow menegaskan kembali kalau pihaknya telah setuju untuk memperpanjang kesepakatan yang memungkinkan ekspor biji-bijian Ukraina ke pasar global hanya selama 60 hari dan dapat membatalkannya sama sekali jika persyaratannya tidak terpenuhi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!