Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Petani Berjuang Sendiri Hadapi Penyusutan Produksi Pangan

📅 Rabu, 24 Mei 2023, 01:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Petani Berjuang Sendiri Hadapi Penyusutan Produksi Pangan Doc: ANTARA/ARNAS PADDA
Ket. PETANI PERLU DIPERKUAT I Petani memupuk padi di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Selasa (23/5). Menghadapi penyusutan produksi pangan tahun ini, petani perlu diperkuat dengan berbagai cara mulai dari penguatan akses informasi, pelatihan, dan pendampingan.

» Presiden Tiongkok, Xi Jinping sadar betul kalau kebergantungan pada pangan impor akan melemahkan sistem keamanan nasional.

» Perubahan cuaca sangat berkaitan dengan musim yang tidak menentu sehingga terjadi ledakan hama dan produksi menurun.

JAKARTA - Jumlah penduduk dunia yang terus tumbuh hingga 8,034 miliar jiwa saat ini menjadi tantangan tersendiri para pemimpin negara-negara terutama dalam menyiapkan pangan dan kebutuhan lainnya.

Data dari worldometer.info menyebutkan jumlah angka kelahiran tahun ini sebanyak 52.439.131 jiwa sedangkan jumlah angka kematian mencapai 26.259.061 jiwa. Dengan demikian jumlah pertambahan penduduk tahun ini mencapai 26.180.071 jiwa.

Hal itu berarti, dunia harus menyiapkan asupan pangan tambahan pada tahun ini kepada lebih 26 juta lebih manusia. Sementara, saat ini saja di beberapa kawasan sudah dilanda kelaparan salah satunya karena produksi pangan global menyusut akibat cuaca ekstrem, terutama di Tiongkok dan India yang merupakan negara produsen.

Selain penurunan produktivitas akibat cuaca ekstrem di India dan Tiongkok, negara produsen sekaligus eksportir pangan lainnya yaitu Ukraina sedang dilanda konflik dengan Russia.

Ekspor gandum Ukraina ke berbagai negara konsumen dihambat oleh Russia yang tengah berseteru.

Koordinator Nasional Koalisi Rakyat untuk Kedaulatan Pangan (KRKP), Said Abdullah yang diminta pendapatnya mengatakan perubahan iklim nyata sudah terjadi dan memberikan dampak yang cukup serius.

Pengalaman di lapangan menunjukkan perubahan iklim sangat terkait dengan perubahan musim yang berkorelasi dengan ledakan hama penyakit dan penurunan produksi.

Terbaru misalnya di Satar Mese, Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT) beberapa desa mengalami gagal panen tanaman padi karena ledakan hama wereng.

"Situasi ini tentu saja memerlukan keseriusan semua pihak tidak hanya pada level masyarakat atau petani namun yang lebih penting pemerintah," papar Said.

Ia menekankan penguatan kapasitas adaptasi petani perlu diperkuat dengan berbagai cara mulai dari penguatan akses informasi, pelatihan, dan pendampingan dan lainnya. Ini diperlukan karena hari ini petani seolah berjuang sendiri.

"Tentu saja petani memerlukan dukungan yang kuat dari para pihak lainnya," kata Said.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Ekonomi
BNI Private Dinobatkan seba...
Advertisement
BRI Super League 2026/2027: Persija Jakarta Kalahkan Persib Bandung 2-1 di GBK

BRI Super League 2026/2027: Persija Jakarta Kalahkan Persib Bandung 2-1 di GBK

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.