Batasi Anak Main Gadget, Ikuti 6 Saran Ahli untuk Orangtua dan Guru
📅 Minggu, 21 Mei 2023, 10:20 WIB | Oleh: Tim PenulisBuatlah batasan-batasan seputar waktu penggunaan gawai. Ini adalah kunci di rumah dan di sekolah.
4. Monitor aktivitas anak agar screen time tak menghalangi proses belajarnya
Awasi bagaimana waktu di depan layar menghentikan anak-anak untuk melakukan hal-hal lain yang bermanfaat bagi perkembangan mereka. Misalnya, di rumah, seorang anak yang sebagian besar belajar melalui layar-layar di sekolah dapat didorong untuk menghabiskan waktu sepulang sekolah dengan bermain di luar dan melakukan kegiatan yang mengembangkan keterampilan motorik halus. Menggesek layar dan mengetik adalah pengganti yang buruk untuk kegiatan yang merangsang keterampilan seperti menulis, menggambar, mewarnai, melukis, dan memotong.
5. Lihat peluang pengembangan diri lain yang terabaiakan karena screen time
Sebaiknya Anda baca juga:
Di lingkungan sekolah, perhatikan apakah ada kegiatan lain yang memberikan kesempatan kepada anak-anak dan remaja untuk secara sengaja mengembangkan keterampilan sosial dan emosional mereka yang tidak mendapat banyak perhatian saat mereka sedang berada di depan layar?
6. Pantau postur tubuh saat sang anak main layar
Apakah layar diatur sedemikian rupa sehingga mendorong postur tubuh yang baik?
Sebaiknya Anda baca juga:
Memantau screen time anak melalui langkah-langkah kecil
Menetapkan batasan dan mengupayakan keseimbangan yang sehat antara waktu bermain gadget yang edukatif dan rekreatif dalam konteks perkembangan yang lebih luas mungkin tampak menakutkan.
Hal ini membutuhkan pemikiran yang mendalam tentang dampak yang lebih luas dari pilihan yang dibuat di sekitar layar dan menawarkan berbagai kesempatan yang membantu meningkatkan peluang anak-anak untuk tumbuh menjadi orang dewasa yang sehat dan dapat menyesuaikan diri dengan baik.
Sebisa mungkin, libatkan anak-anak dan remaja dalam percakapan tentang mengapa keseimbangan waktu bermain gawai yang sehat akan bermanfaat bagi mereka. Hal ini dapat membantu mereka untuk mengambil tanggung jawab atas pilihan mereka mengenai kesehatan dan perkembangan mereka - baik untuk saat ini maupun untuk kesehatan dan kesejahteraan mereka pada masa depan.
Demetrius Adyatma Pangestu dari Universitas Bina Nusantara menerjemahkan artikel ini dari bahasa Inggris![]()
Catherine Draper, Associate Professor, University of the Witwatersrand
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!