Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Sekjen Asean: Perlu Upaya Regional Tangani Perdagangan Manusia

📅 Selasa, 16 Mei 2023, 00:00 WIB | Oleh:
Sekjen Asean: Perlu Upaya Regional Tangani Perdagangan Manusia Doc: ISTIMEWA
Ket. KTT ASEAN LABUAN BAJO

JAKARTA - Perlu upaya regional untuk menangani kasus perdagangan manusia, yang sedang marak terjadi di kawasan Asia Tenggara (Asean) akibat penyalahgunaan teknologi. Hal ini harus dilakukan karena tidak ada satu negara pun yang bisa mengatasi masalah perdagangan manusia ini sendiri.

"Tentu saja perhatian para pemimpin Asean untuk melindungi warga negaranya agar tidak dimanfaatkan dalam tindak pidana akibat penyalahgunaan teknologi," kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) Asean, Kao Kim Hourn, usai pengarahan kepada perwakilan-perwakilan negara asing mengenai hasil KTT ke-42 Asean, di Jakarta, Senin (15/5).

Menyadari pentingnya upaya bersama dalam mengatasi isu tersebut, para pemimpin Asean merilis deklarasi tentang Pemberantasan Perdagangan Manusia akibat Penyalahgunaan Teknologi dalam KTT ke-42 Asean di Labuan Bajo, pekan lalu.

Seperti dikutip dari Antara, Kao mengatakan mengingat tidak ada satu negara pun yang bisa mengatasi masalah ini sendiri, pendekatan regional sangat diperlukan terutama melalui kerja sama di antara lembaga-lembaga penegak hukum dari setiap negara anggota Asean.

"Saya pikir cara ini cukup menentukan, tentang bagaimana kita benar-benar mengatasi masalah ini sebagai kejahatan lintas batas… dan para pemimpin (Asean) pun setuju bahwa ada kebutuhan mendesak untuk meningkatkan kerja sama dalam mengatasi isu ini secara efektif," tutur Kao.

Tren kasus perdagangan manusia akibat penyalahgunaan teknologi dilaporkan hampir oleh seluruh negara Asean, meskipun fokus peristiwanya terjadi di beberapa negara, seperti Myanmar, Kamboja, Filipina, Laos, dan Vietnam.

Makin Berkembang

Untuk itu, Deklarasi Asean tentang Pemberantasan Perdagangan Manusia akibat Penyalahgunaan Teknologi dinilai penting, terlebih karena kejahatan lintas negara kini makin berkembang di era maraknya teknologi dan media sosial.

Dalam deklarasi tersebut, para pemimpin Asean sepakat untuk memperkuat kerja sama dan koordinasi dalam pemberantasan perdagangan manusia dengan meningkatkan kapasitas penegak hukum dan lembaga terkait masing-masing negara anggota untuk menyelidiki dan mengumpulkan data dan bukti.

Selain itu, mereka sepakat meningkatkan kapasitas hukum untuk mengidentifikasi korban, mendeteksi, dan mengadili kejahatan, melakukan latihan dan operasi terkoordinasi bersama, serta penyelidikan bersama terkait tindak pidana perdagangan orang dan kejahatan transnasional lainnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Modena Tawarkan Diskon hingga 77 Persen di PRJ

15 menit yang lalu | Haryo Brono

Rona
Modena Tawarkan Diskon hing...
Nasional
DPR RI Ingatkan Pariwisata ...
Pemkot Bandung Tertibkan 63 Bangunan Liar di Kawasan Dipati Ukur

Pemkot Bandung Tertibkan 63 Bangunan Liar di Kawasan Dipati Ukur

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.