Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mengandung Arsenik, Singapura Tarik 3 Produk Makanan Bayi, Adakah di Indonesia?

📅 Selasa, 16 Mei 2023, 11:26 WIB | Oleh: Tim Penulis
Mengandung Arsenik, Singapura Tarik 3 Produk Makanan Bayi, Adakah di Indonesia? Doc: CNA/SFA
Ket. Badan Pengawasan Pangan Singapura menarik tiga produk bayi yang ditemukan mengandung arsenik melebihi tingkat yang diizinkan.

SINGAPURA - Badan Pangan Singapura (SFA) telah memerintahkan penarikan kembali tiga produk bayi yang ditemukan mengandung lebih dari batas maksimum arsenik yang disyaratkan dalam Peraturan Pangan Singapura.

Produk tersebut adalah Baby Cereal Puree Whitebait and Pumpkin Wen, Wen's Baby Cereal Puree Whitebait and Purple Sweet Potato, dan Holle Organic Wholegrain Cereal Rice, kata SFA dalam siaran persnya, Senin (15/5).

Batch yang terpengaruh dari dua produk Wen's Baby Cereal Puree yang berasal dari Singapura ini memiliki tanggal kedaluwarsa 15 September 2023. Sedangkan Beras Sereal Wholegrain Organik Holle dari Jerman diberi label kedaluwarsa sebelum 20 Januari 2024.

SFA telah mengarahkan produsen Naoki Trading dan distributor Chadil untuk menarik kembali batch produk yang terpengaruh.

Arsenik adalah logam berat yang ditemukan secara alami di kerak bumi dan di lingkungan.

"Asupan arsenik jangka panjang dapat menyebabkan kanker dan perubahan kulit," kata SFA."Oleh karena itu, paparan melalui makanan, terutama yang dimaksudkan untuk anak kecil, harus dijaga serendah mungkin."

Kadar arsenik dalam makanan bayi tidak boleh melebihi batas maksimum 0,1ppm, tambahnya.

"Untuk meminimalkan paparan arsenik, konsumen disarankan untuk memberikan makanan seimbang kepada bayi mereka dengan berbagai macam makanan," kata SFA.

SFA mengatur produk makanan, termasuk makanan bayi, untuk keamanan makanan.

"Mereka tunduk pada program inspeksi dan pengawasan SFA, yang didasarkan pada penilaian risiko ilmiah," katanya.

"SFA menilai risiko keamanan pangan, seperti bahaya yang diketahui terkait dengan makanan, sehubungan dengan persyaratan keamanan pangan kami, sebelum memasukkan makanan dan bahaya terkait dalam program inspeksi dan pengawasan kami."

Produk makanan yang tidak mematuhi peraturan keamanan pangan tidak akan diizinkan untuk dijual di Singapura.

SFA menyarankan konsumen yang membeli produk-produk tersebut untuk tidak memberikannya kepada anak-anak mereka.Mereka yang anaknya telah mengkonsumsi produk tersebut dan memiliki kekhawatiran tentang kesehatan anaknya harus berkonsultasi dengan dokter.

Konsumen dapat menghubungi titik pembelian mereka untuk pertanyaan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank
    Preview komentar:
    Ini sudah masuk kategori -menghalang-halangi penyampaian pendapat- atau ...
  • Kemenperin Ajak IKM Jadi Pemasok Industri Kendaraan Listrik Nasional
    Preview komentar:
    Langkah Kemenperin yang menjembatani kebutuhan OEM dengan kapasitas ...
  • Bukan Sekadar Hobi, Industri Modifikasi Otomotif jadi Bagian Ekraf, Ciptakan Nilai Tambah Ekonomi
    Preview komentar:
    Langkah kolaboratif antara NMAA, IMI, dan pemerintah ini ...
Megapolitan
Parkir Rp60.000 per Jam Bik...
Megapolitan
Pedagang Ikan Pasar Kramat ...
Daerah
Kabut asap batasi jarak pan...
Ekonomi
Di BNI WondrX 2026, BNI Sek...
Megapolitan
Berlatih menari balet di Ga...
Daerah
Gunung Anak Krakatau Erupsi...
Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

24 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.