Produk Makanan Bayi HiPP Ditarik dari Pasar Austria, Positif Mengandung Racun Tikus!
📅 Senin, 20 Apr 2026, 14:36 WIB | Oleh: Lili Lestari
Doc: AP
VIENNA — Merek makanan bayi HiPP menarik kembali beberapa produk kemasan makanan bayinya setelah sampel di Austria, Slovakia, dan Republik Ceko dinyatakan positif mengandung racun tikus, kata para pejabat, Minggu (19/4).
Pihak berwenang meyakini bahwa pemalsuan terjadi pada stoples makanan bayi berukuran 190 gram (6,7 ons) yang terbuat dari wortel dan kentang untuk bayi berusia 5 bulan yang dijual di supermarket SPAR di Austria. Sampel pertama dinyatakan positif pada hari Sabtu (18/4).
“Penarikan produk ini bukan karena cacat produk atau kualitas dari pihak kami. Botol-botol tersebut meninggalkan fasilitas HiPP kami dalam kondisi sempurna,” kata HiPP dalam sebuah pernyataan yang dikutip Associated Press. “Penarikan produk ini terkait dengan tindakan kriminal yang saat ini sedang diselidiki oleh pihak berwenang.”
Kepolisian Burgenland di Austria mengatakan produk mencurigakan tersebut kemungkinan memiliki stiker putih dengan lingkaran merah di bagian bawah toples. Tanda peringatan lainnya termasuk tutup yang rusak atau terbuka dan bau yang tidak biasa atau busuk. Mungkin juga tidak ada suara letupan saat toples pertama kali dibuka.
HiPP menyatakan akan menarik kembali semua makanan bayi dalam kemasan botol yang dijual di supermarket SPAR — termasuk toko SPAR, EUROSPAR, INTERSPAR, dan Maximarkt — di Austria sebagai tindakan pencegahan. Pelanggan dapat memperoleh pengembalian dana penuh bahkan tanpa struk pembelian.
Sebaiknya Anda baca juga:
Para penjual di Slovakia dan Republik Ceko telah menarik semua makanan bayi dalam kemasan botol merek tersebut dari peredaran.
Seorang pelanggan melaporkan, sebuah toples tampak telah dirusak, kata polisi, meskipun tidak ada yang mengonsumsi makanan bayi tersebut.
Racun tikus biasanya mengandung bromadiolon, yaitu antikoagulan yang mencegah pembekuan darah, menurut Badan Kesehatan dan Keamanan Pangan Austria. Menelan racun tikus dapat menyebabkan pendarahan seperti gusi berdarah dan mimisan, serta memar dan darah dalam tinja.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut badan tersebut, gejala dapat muncul dua hingga lima hari setelah tertelan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!