Mengenal Diet Flexitarian, Pola Makan Sehat bagi Pecinta Daging
📅 Sabtu, 13 Mei 2023, 16:15 WIB | Oleh: Rivaldi Dani Rahmadi
Doc: Ilustrasi
Kesadaran hidup sehat yang meningkat memicu munculnya gaya hidup dan pola makan naik daun salah satunya diet flexitarian. Adapun diet flextarian disebut sebagai salah satu cara paling efektif untuk menurunkan berat badan.
Menggabungkan kata "fleksibel" dan "vegetarian", diet ini dinilai cocok untuk para pemula dan pecinta daging. Sebab, diet flexitarian memiliki pola makan yang mirip dengan vegetarian, namun masih mengonsumsi makanan hewani.
Diet flexitarian adalah pendekatan yang fleksibel untuk mengonsumsi makanan yang terutama berbasis nabati, tetapi juga mencakup konsumsi produk hewani sesekali. Para flexitarian juga mengonsumsi produk hewani sehingga mereka tidak dianggap sebagai vegetarian atau vegan, tetapi mereka lebih fokus pada makanan nabati, jadi mereka juga tidak sepenuhnya non-vegetarian.
"Diet ini tidak memiliki aturan yang jelas atau jumlah kalori atau makronutrisi yang direkomendasikan. Oleh karena itu, diet ini lebih merupakan perubahan gaya hidup daripada diet ketat," kata ahli gizi, Meghana Pasi, dikutip dari Health Shots, Rabu (10/5).
Diet flexitarian bukanlah diet vegetarian atau vegan yang ketat. Diet ini memperbolehkan beberapa produk hewani dalam jumlah sedang, seperti ikan, unggas, telur, dan produk susu.
Sebaiknya Anda baca juga:
Namun, penekanannya adalah mengurangi konsumsi daging dan meningkatkan makanan nabati. Rasio yang disarankan adalah 80 persen nabati dan 20 persen produk hewani.
Diet flexitarian terutama berbasis nabati, dengan fokus pada makanan utuh dan padat nutrisi. Ini berarti diet ini kaya akan buah-buahan, sayuran, biji-bijian, polong-polongan, kacang-kacangan dan biji-bijian. Penekanannya adalah pada makan makanan asli, bukan makanan kemasan yang diproses.
Pasi menjelaskan, program ini didasarkan pada prinsip-prinsip, seperti mengonsumsi makanan sebagian besar buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, dan biji-bijian, rempah-rempah dan bumbu. Kemudian, mengonsumsi daging dan produk hewani sesekali, sebaiknya daging dan ikan tanpa lemak.
Sebaiknya Anda baca juga:
Berikutnya, fokus pada protein nabati seperti kedelai, kacang-kacangan, quinoa, daripada protein hewani, mengonsumsi lebih banyak makanan alami dan mengurangi makanan olahan, serta batasi penggunaan gula rafinasi dan makanan manis.
Manfaat Kesehatan Diet Flexitarian
Meningkatkan Kekebalan Tubuh
Pola makan vegetarian menyediakan lebih banyak nutrisi daripada pola makan non-vegetarian. Selain itu, pola makan ini juga memprioritaskan produk alami dan membantu mengurangi konsumsi makanan kemasan yang tinggi garam, gula, dan lemak.
"Buah-buahan dan sayuran serta kacang-kacangan kaya akan vitamin dan antioksidan yang membantu menurunkan peradangan dan mengurangi kerusakan akibat radikal bebas," kata Dr Pasi.
Menurunkan Risiko Penyakit Kronis
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!