Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Joki Marak di Kampus, Lemahnya Dukungan Akademik untuk Mahasiswa

📅 Jumat, 12 Mei 2023, 12:37 WIB | Oleh: Tim Penulis
Joki Marak di Kampus, Lemahnya Dukungan Akademik untuk Mahasiswa Doc: Antara/Hafidz Mubarak A
Ket. Sejumlah peserta mengerjakan soal ujian Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2017 di Universitas Negeri Jakarta, Selasa (16/5/2017).

Luthfi T. Dzulfikar, The Conversation

Gita (bukan nama sebenarnya) adalah mahasiswa semester delapan di suatu kampus swasta di Jawa Timur. Pada waktu luangnya, Gita bekerja sebagai seorang "joki" - sebutan bagi orang yang menawarkan jasa pembuatan tugas atau bantuan ujian bagi pelajar dengan biaya tertentu.

Dulu, Gita pertama mengenal jasa ini pada awal pandemi ketika menjadi pelanggan suatu lembaga joki berkedok "bimbingan belajar" di lingkungan kampusnya. Bersama sekitar 50 mahasiswa lain, ia membayar Rp 110 ribu untuk dua sesi joki ujian, harga yang menurut Gita tinggi untuk jasa yang hanya memberinya nilai sekitar 70.

Ia kemudian punya ide: kenapa tidak membuka bisnis joki, dengan marjin keuntungan yang pastinya akan lebih besar pula jika menjalaninya seorang diri?

Gita kemudian mulai menawarkan beragam layanan perjokian via Twitter. Untuk pekerjaan rumah (PR) atau tugas kuliah, ia mematok harga Rp 20-25 ribu per soal. Sementara untuk ujian, ia bisa mematok antara Rp 30-50 ribu per soal tergantung panjang dan tingkat kesulitannya.

Karena memasuki semester penulisan skripsi, Gita kini tak terlalu aktif. Namun, dulu pendapatan bersih bulanannya tak pernah kurang dari Rp 1,5 juta. Ketika ramai, ia meraup hingga Rp 6 juta dalam satu bulan. Bandingkan ini dengan Upah Minimum Provinsi (UMP) untuk Jawa Timur yang sekitar Rp 1,87-2,04 juta pada tahun 2021-2023.

Ketika ditanya apa motivasinya menjadi seorang joki tugas kuliah, Gita menyebutkan besarnya potensi cuan. Namun, menariknya, ia mengatakan bahwa prospek pasar ini cukup besar karena banyaknya mahasiswa yang kesulitan secara akademik.

Di Indonesia, belum ada riset tentang prevalensi penggunaan atau penyediaan jasa joki di lingkungan pendidikan. Namun, studi tahun 2018 dari Swansea University di Inggris menunjukkan sekitar 15% mahasiswa di seluruh dunia, termasuk negara-negara Asia, pernah menyewa jasa joki - atau disebut "contract cheating" di ranah global - untuk setidaknya satu tugas mereka.

Ayu Rachman, mahasiswa S3 bidang ekonomi politik pendidikan di Universitas Padjadjaran (Unpad) dan juga dosen Universitas Bina Mandiri (UBM) Gorontalo mengingatkan bahwa fenomena joki menunjukkan lemahnya dukungan akademik bagi mahasiswa yang kesulitan dalam mengerjakan tugas, sehingga mereka mencari jalan singkat.

Meredam perjokian akan sulit dilakukan tanpa mempertimbangkan masalah yang mengakar ini.

"Kalau penindakan seperti di [..] sektor lain, blacklist atau apa, kita tidak bisa lakukan. Kita hanya bisa [..] memberikan efek jera, kemudian memberi kesempatan supaya dia bisa memperbaiki kesalahannya," kata Ayu.

"Bagaimanapun, mahasiswa itu adalah by-product (produk sampingan) dari [sistem institusi] kita."

Langgengnya pasar joki: gejala hambatan akademik mahasiswa?

Gita mengatakan akibat permintaan yang tinggi dari mahasiswa, jasa perjokian kini menjamur di berbagai kanal media sosial.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar

Semarak Parade FIFA ASEAN Cup 2026 di Jakarta

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Olahraga
Semarak Parade FIFA ASEAN C...
Daerah
Kondisi Gelombang Tinggi di...
Advertisement
Soal Jalan Rusak di Garut, KDM Panggil Bupati ke Bandung, Minta Anggaran Perbaikan Jalan Dirombak Total

Soal Jalan Rusak di Garut, KDM Panggil Bupati ke Bandung, Minta Anggaran Perbaikan Jalan Dirombak Total

14 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.