Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Memanas, Penangkapan banyak terjadi usai mantan Perdana Menteri Pakistan Imran Khan ditahan atas kasus korupsi

📅 Kamis, 11 Mei 2023, 21:57 WIB | Oleh: Tim Penulis
Memanas, Penangkapan banyak terjadi usai mantan Perdana Menteri Pakistan Imran Khan  ditahan atas kasus korupsi Doc: Antara/APP – Pakistan
Ket. Arsip - Imran Khan.

Islamabad - Memanas, penangkapan banyak dilakukan aparat pada Kamis atau dua hari setelah pemimpin oposisi utama dan mantan Perdana Menteri Pakistan Imran Khanditahan atas kasus korupsi.

Sumber dari rumah sakit mengatakan tujuh orang tewas dan lebih dari 100 mengalami luka, sementara 1.200 lainnya ditangkap di seluruh negeri.

Pasukan tentara diturunkan di jalan-jalan ibukota Islamabad sebagai tanda meningkatnya ketegangan di negara Asia Selatan itu.

Pemimpin tertinggi partai Tehreek-e-Insaaf Pakistan (PTI) Khan ditangkap bersama mantan Menteri Luar Negeri Shah Mehmood Qureshi, mantan Menteri Keuangan Asad Umar, dan mantan Menteri Penerangan Fawad Chaudhry.

PTI mendesak penduduknya untuk keluar melakukan protes di jalan-jalan menentang apa yang disebut "tirani".

Partai tersebut mengeklaim bahwa 47 pengunjuk rasa tewas dalam aksi protes di seluruh negeri pada Rabu (10/5) dan 2.000 lainnya ditahan, tetapi Anadolu tidak dapat memverifikasi angka tersebut secara independen.

Tentara, polisi dan pasukan paramiliter juga diturunkan di kota Peshawar, Lahore, Faisalabad, Multan dan Mardan, di mana pemerintah memberlakukan pembatasan era kolonial yaitu larangan berkumpul lebih dari lima orang.

Menteri Dalam Negeri Rana Sanaullah memberi peringatan "nol toleransi" kepada mereka yang main hakim sendiri.

"Tidak ada toleransi bagi mereka yang main hakim sendiri, kami tidak akan menoleransi. Kami telah memerintahkan pasukan keamanan untuk menangani penjahat dengan tangan besi," cuit Sanaullah.

Pemerintah juga menangguhkan jaringan seluler dan memblokir media sosial di seluruh negeri, dan sejumlah sekolah tutup di banyak wilayah di negara itu.

Pengacara Khan telah mendatangi Mahkamah Agung Pakistan dan mengajukan petisi untuk pembebasannya.

Lembaga pengadilan tertinggi di Pakistanitu sepertinya akan mengadili kasus tersebutpada Kamis.

"Kami telah meminta Mahkamah Agung untuk memperbaiki kasus penangkapan ilegal Imran Khan hari ini," kata Raja Aamir Abbas, pengacara Khan.

Tim kuasa hukum Khan mendatangi Mahkamah Agung pada Rabu (10/5) setelah Pengadilan Tinggi Islamabads menyatakan penangkapan Khan dari gedung pengadilan pada Selasa (9/5) adalah "sah".

Khan ditahan atas tuduhan kasus penipuan tanah.

Diduga pemain kriket yang menjadi politisi itu dan istrinya Bushra Bibi menerima miliaran rupee dan sebidang tanah mahal untuk membangun lembaga pendidikan sebagai imbalan untuk melepaskan jutaan dolar AS kepada seorang taipan properti pada tahun 2020.

Khan dan para pemimpin partainyamenyangkal tuduhan tersebut.

Khan, yang menjadi perdana menteri Pakistan pada 2018 hingga 2022, kalah dalam mosi tidak percaya di parlemen pada April lalu, satu tahun sebelum menyelesaikan masa jabatannya.

Pada November, dia selamat dalam percobaan pembunuhan terhadap dirinya saat berkampanye.

Sejak saat itu, Khan berselisih dengan pihak tentara yang berpengaruh kuat, dan menghadapi banyak kasus, yang menurut para pendukungnya bermotivasi politik.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Nasional
Jepang Kirim Chinook Bantu ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.