Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pakar Unair: Pendampingan untuk UMKM Mengalami Bias

📅 Rabu, 10 Mei 2023, 13:59 WIB | Oleh:
Pakar Unair: Pendampingan untuk UMKM Mengalami Bias Doc: Koran Jakarta / Selocahyo
Ket. Guru Besar Bidang Ilmu Ekonomi Moneter dan Perbankan, Universitas Airlangga, Surabaya, Wasiaturrahma.

SURABAYA - Pemerintah diharapkan memperkuat pembinaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan menjadikan Kementerian Koperasi dan UKM sebagai institusi pemimpin upaya tersebut. Hal itu diungkapkan ekonom Universitas Airlangga (Unair), Surabaya, Wasiaturrahma, usai dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Ekonomi Moneter dan Perbankan, Rabu (10/5).

Menurut Rahma, saat ini hampir semua kementrian memiliki program untuk pelaku UMKM sehingga pembinaan yang dilakukan bias.

"Ada 27 kementrian, di sini yang saya katakan bias, mereka masing-masing melaksanakan pendampingan UMKM. Sudah ada leading institution Kementerian Koperasi dan UKM sebagai motor, seharusnya terintegrasi di situ supaya tidak bias," tuturnya.

Rahma menjelaskan, dengan kordinasi oleh Kementerian Koperasi dan UKM, pemerintah dapat memetakan dengan baik keadaan dan perkembangan UMKM di Tanah Air.

"Nanti dibuat peta kuadaran, mana yang sudah maju, mana yang setengah maju, mana yang macet. Itu harus diperhatikan, karena selama ini semua jalan sehingga tidak ada evaluasi," ungkap dia.

"Ini harus diperbaiki kalau tidak kita tidak dapat mencapai target Indonesia emas dengan pendapatan 28 ribu dolar per kapita," tegasnya.

Untuk itu, ia berharap agar pemerintah memperluas pembangunan infrastruktur agar para pelaku UMKM, terutama di daerah terpencil dan kepulauan dapat mengembangkan usahanya melalui ekonomo digital.

"Dari riset tahun 2013, masih ada desa yang belum tersentuh dengan inklusi keuangan, penduduknya belum mengenal perbankan atau lembaga keuangan mikro. Tapi dengan adanya inklusi keuangan digital, luar biasa mereka sskarang sudah paham punya akses inklusi keuangan".

"Intinya keuangan digital ini akan berkembang jika pendapatan penduduk meningkat, karena selama ini tidak punya akses digital akibat pendapatan mereka terbatas. Satu-satunya jalan adalah Foreign Direct Investment yang dapat menumbuhkan lapangan kerja yang lebih luas agar kemiskinan berkurang," pungkasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Qatar Dorong Negara Teluk H...
Pemkot Bandung Tertibkan 63 Bangunan Liar di Kawasan Dipati Ukur

Pemkot Bandung Tertibkan 63 Bangunan Liar di Kawasan Dipati Ukur

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
Crysencio Summerville
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.