Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Warga Rohingya Tak Mau Pulang ke Myanmar Jika Harus Dikurung Lagi di Kamp

📅 Senin, 08 Mei 2023, 09:28 WIB | Oleh:
Warga Rohingya Tak Mau Pulang ke Myanmar Jika Harus Dikurung Lagi di Kamp Doc: Freshnewsasia
Ket. Pengungsi Rohingya turun diselamatkan dari perahu.

DHAKA - Pengungsi Rohingya di Bangladesh pada Sabtu (6/5) mengatakan tidak akan kembali ke Myanmar untuk "dikurung di kamp" setelah kembali sebagai bagian dari upaya untuk mendorong repatriasi sukarela mereka.

Dikutip dari Freshnewsasia, hampir satu juta Muslim Rohingya tinggal di kamp-kamp kumuh di distrik perbatasan Cox's Bazar di Bangladesh.

Sebagian besar telah berada di sana sejak melarikan diri dari Myanmar yang mayoritas beragama Buddha pada 2017 dan belum kembali sampai sekarang, meskipun pejabat Bangladesh telah beberapa ke Myanmar berusaha untuk memulangkan para pengungsi.

Dua puluh pengungsi Muslim Rohingya dan tujuh pejabat Bangladesh mengunjungi Maungdaw Township dan desa-desa terdekat di Negara Bagian Rakhine pada Jumat untuk melihat pengaturan pemukiman kembali.

Rohingya mempertanyakan persiapan repatriasi dan mengatakan mereka hanya akan kembali secara permanen jika keamanan terjamin dan diberi kewarganegaraan.

"Kami tidak ingin dikurung di kamp-kamp. Kami ingin mendapatkan kembali tanah kami dan kami akan membangun rumah kami sendiri di sana," kata Oli Hossain, salah satu pengungsi yang mengunjungi Negara Bagian Rakhine, kepadaReuters melalui telepon.

"Kami hanya akan kembali dengan kewarganegaraan dan semua hak kami," kata Hossain (36), ayah dari enam anak.

Myanmar menawarkan kartu verifikasi nasional Rohingya (NVC) yang dianggap tidak memadai oleh para pengungsi Rohingya.

Sebaiknya Anda baca juga:

"Myanmar adalah tempat kelahiran kami dan kami adalah warga Myanmar dan hanya akan kembali dengan kewarganegaraan," kata pengungsi Abu Sufian (35), ayah dari tiga anak.

"Kami tidak akan pernah menerima NVC. Ini secara efektif akan mengidentifikasi Rohingya sebagai orang asing," katanya kepadaReuters. Pihak berwenang "bahkan mengubah nama desa saya di Rakhine," tambahnya.

Mohammed Mizanur Rahman, komisaris bantuan dan repatriasi pengungsi Bangladesh di Cox's Bazar, mengatakan repatriasi adalah satu-satunya solusi.

"Kami tidak menginginkan apa pun selain repatriasi yang aman, sukarela, bermartabat, dan berkelanjutan," katanya kepada Reuters.

Dia juga mengatakan tim dari Myanmar akan datang ke Bangladesh dalam waktu seminggu sebagai tindak lanjut untuk membangun kepercayaan di kalangan Rohingya.

Seorang juru bicara junta Myanmar tidak menjawab telepon untuk dimintai komentar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Qatar Dorong Negara Teluk H...
Pemkot Bandung Tertibkan 63 Bangunan Liar di Kawasan Dipati Ukur

Pemkot Bandung Tertibkan 63 Bangunan Liar di Kawasan Dipati Ukur

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
Crysencio Summerville
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.