Warga Rohingya Tak Mau Pulang ke Myanmar Jika Harus Dikurung Lagi di Kamp
📅 Senin, 08 Mei 2023, 09:28 WIB | Oleh: Lili LestariMiliter Myanmar menunjukkan sedikit niat untuk memulangkan warga Rohingya, yang selama bertahun-tahun dianggap sebagai penyusup asing di Myanmar dan ditolak kewarganegaraannya serta menjadi sasaran pelecehan.
Namun, delegasi Myanmar mengunjungi kamp pada bulan Maret untuk memverifikasi beberapa ratus orang yang kembali untuk proyek percontohan repatriasi.
Seorang pejabat Bangladesh mengatakan proyek itu akan melibatkan sekitar 1.100 pengungsi tetapi belum ada tanggal yang ditetapkan. Upaya untuk memulai repatriasi pada 2018 dan 2019 gagal karena para pengungsi, yang takut akan kekerasan, menolak untuk kembali.
Badan pengungsi PBB (UNHCR) mengatakan setiap pengungsi memiliki "hak yang tidak dapat dicabut" untuk kembali ke negara asalnya, tetapi pengembalian itu juga harus sukarela.
Sebaiknya Anda baca juga:
"UNHCR berpendapat bahwa dialog dengan pengungsi Rohingya adalah suatu keharusan untuk membuat keputusan yang tepat," kata badan tersebut dalam sebuah pernyataan.
"Kunjungan ini adalah bagian penting dari kepulangan pengungsi secara sukarela, memberikan kesempatan bagi orang-orang untuk mengamati kondisi di negara asal mereka secara langsung sebelum kepulangan dan berkontribusi dalam pengambilan keputusan berdasarkan informasi tentang kepulangan," katanya lebih lanjut.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!