Demensia, Penyakit Pikun yang Bisa Dikurangi Risikonya dengan 6 Cara Ini
📅 Minggu, 16 Apr 2023, 14:51 WIB | Oleh: Tim PenulisTerdapat risiko demensia yang lebih tinggi pada perokok ketimbang orang yang tidak merokok atau mantan perokok, yang memberi kita alasan untuk meninggalkan rokok sama sekali.
6. Mencari pertolongan kala depresi
Sekitar satu juta orang Australia saat ini hidup dengan depresi. Ketika kita depresi, beberapa perubahan terjadi dalam otak yang dapat mempengaruhi risiko demensia. Kadar hormon stres kortisol yang tinggi telah dihubungkan dengan penyusutan area otak yang penting bagi memori/ingatan.
Panyakit yang merusak pembuluh darah juga telah diamati dalam depresi dan demensia. Peneliti mengatakan, stres oksidatif jangka panjang dan peradangan dapat menyumbang andil pada kedua kondisi tersebut.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sebuah studi yang berlansung selama 28 tahun terhadap lebih dari 10 ribu orang menemukan bahwa risiko demensia hanya meningkat pada mereka yang mengalami depresi dalam kurun waktu 10 tahun sebelum diagnosis.
Kemungkinannya, depresi di usia lanjut dapat mencerminkan gejala awal demensia.
Kajian lain telah menunjukkan bahwa mengalami depresi sebelum umur 60 meningkatkan risiko demensia, jadi Anda sangat disarankan mencari pertolongan/perawatan ketika depresi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Beberapa hal lain yang perlu diingat
Mengurangi faktor risiko demensia tidak serta-merta menjamin Anda tidak akan terkena demensia. Tetapi pada level populasi, lebih sedikit orang akan terdampak. Perkiraan terbaru mengatakan bahwa maksimum 35 persen dari semua kasus demensia mungkin disebabkan oleh faktor risiko yang ditulis di atas.
Angka ini juga mencakup perawatan kehilangan pendengaran, meski bukti untuk ini belum terlalu kuat.
Dampak gangguan tidur dan diet terhadap risiko demensia makin dianggap penting, dan akan lebih dipertimbangkan ketika makin banyak lagi bukti yang mengatakan demikian.
Demensia memang kerap dianggap sebagai penyakit orang lanjut usia, tetapi sesungguhnya proses berbahaya bisa terjadi di otak selama berpuluh-puluh tahun sebelum demensia muncul.
Ini artinya, sekaranglah waktu yang tepat untuk bertindak guna mengurangi risiko demensia.![]()
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!