Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menghilangkan Perbudakan Modern dari Rantai Pasok Global, Ini Langkahnya

📅 Jumat, 14 Apr 2023, 11:39 WIB | Oleh: Tim Penulis

Jika ditemukan adanya praktik perbudakan, perusahaan wajib melaporkan bagaimana mereka berencana untuk memberantas praktik tersebut. Hanya perusahaan yang memenuhi paling tidak memenuhi dua dari kondisi ini yang wajib untuk melapor: memiliki aset sekurangnya CA$20 juta, menghasilkan pemasukan setidaknya CA$40 juta atau mempekerjakan minimal 250 karyawan.

Apa yang bisa dilakukan perusahaan?

Walaupun sulit bagi perusahaan untuk mengelola segala aktivitas yang terjadi di rantai pasok global mereka, ada praktik-praktik terbaik yang bisa mereka adopsi.

Pertama, perusahaan dapat membuat dan mengelola kontrak pemasok sedemikian rupa untuk memastikan bahwa pemasok mengakui dan menaati hukum ketenagakerjaan internasional dan aturan mengenai perbudakan modern.

Kedua, organisasi publik dan swasta besar dapat bekerja sama dengan usaha kecil dan menengah untuk meningkatkan kesadaran terhadap faktor risiko terkait perbudakan modern.

Beberapa faktor risiko tingkat tinggi mencakup industri padat karya (seperti pertanian, pertambangan, atau konstruksi); pekerjaan berbahaya atau menuntut fisik; pekerja sementara, musiman, atau agen dalam jumlah besar; dan beroperasi di negara-negara dengan undang-undang dan penegakan hukum ketenagakerjaan yang tidak memadai.

Tambahannya, organisasi dapat meminta pemasok mereka untuk melaporkan aksinya dalam memberantas perbudakan modern dari rantai pasok mereka.

Apa yang bisa dilakukan konsumen?

Perusahaan adalah pihak yang memiliki tanggung jawab sekaligus peluang untuk menghapuskan perbudakan modern dari rantai pasok mereka. Namun, penelitian yang dilakukan baru-baru ini menunjukkan bahwa perilaku konsummen merupakan cara paling ampuh untuk mereduksi perbudakan modern.

Memang, tekanan dari konsumen menjadi dorongan terbesar bagi suatu organisasi untuk melakukan aksi yang serius guna mengatasi perbudakan modern dalam rantai pasok mereka. Seperti yang telah dibuktikan di berbagai peristiwa yang terjadi baru-baru ini, pemberitaan negatif dari media merupakan motivator yang kuat bagi perusahaan untuk mengambil tindakan.

Sebaliknya, sikap ambivalen dari konsumen memungkinkan terjadinya perbudakan modern. Menghapuskan pembudakan modern membutuhkan aksi dari konsumen.

Ketika membicarakan perbudakan modern, kekuasaan sebenarnya berada di tangan masyarakat.The Conversation

Stuart Milligan, Associate Teaching Professor of Supply Chain Management, Thompson Rivers University dan Nancy Southin, Associate Professor of Supply Chain Management, Thompson Rivers University

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Pantai Harus Tampak Indah, tak Boleh Kumuh

24 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pantai Harus Tampak Indah, ...
Megapolitan
Hadapi Musim Kemarau Panjan...

Kamar Kos Jadi Lokasi Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Mahasiswi

34 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Kamar Kos Jadi Lokasi Rekon...

Dua Petenis Terus Bersaing Menuju Nomor Satu Dunia

39 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Dua Petenis Terus Bersaing ...

Indonesia Turun Full Team Buat Kikis Kekuatan Vietnam

46 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Indonesia Turun Full Team B...

Kapal Kandas karena Air Surut Dampak Kemarau Panjang

51 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Kapal Kandas karena Air Sur...
Megapolitan
Bapenda Kota Tangerang Sebu...

Pengembangan Produksi Tebu Terus Digencarkan

55 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pengembangan Produksi Tebu ...
Megapolitan
Kewajiban Warga Menunaikan ...

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.