Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Warga Harus Berhati-hati, Cuaca Ekstrem Masih Berpotensi Landa Sulut Hingga 15 April

📅 Kamis, 13 Apr 2023, 01:32 WIB | Oleh: Tim Penulis
Warga Harus Berhati-hati, Cuaca Ekstrem Masih Berpotensi Landa Sulut Hingga 15 April Doc: ANTARA/Stafsus Gubernur
Ket. Ilustrasi: Hujan dengan intensitas lebat yang mengguyur wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara (Sulut) menyebabkan banjir di Kecamatan Bolaang dan Kecamatan Sangtombolang.

Manado - Warga harus berhati-hati. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan wilayah kabupaten dan kota di Sulawesi Utara masih berpotensi dilanda cuaca ekstrem hingga beberapa hari ke depan.

"BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem hingga 15 April 2023 mendatang," sebut Koordinator Bidang Observasi dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado, Ben A Molle di Manado, Rabu.

Beberapa wilayah kabupaten dan kota, menurut Ben, berpotensi terjadi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir/kilat dan angin kencang.

Karena itu dia berharap masyarakat tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologiseperti banjir, tanah longsor, maupun pohon tumbang.

"Kami akan terus menginformasikan kondisi cuaca ekstrem yang bisa diakses oleh masyarakat ataupun pemangku kepentingan di daerah ini melalui saluran informasi yang kami sediakan," katanya.

Dia menyebutkan pada 13 April potensi cuaca ekstrem diperkirakan terjadi di wilayah Kabupaten Minahasa Selatan dan Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan.

Sementara keesokan harinya, kondisi cuaca ekstrem ini berpeluang terjadi di wilayah Kabupaten Minahasa Selatan, Kabupaten Minahasa Utara dan Kota Bitung.

Selanjutnya, Kota Kotamobagu, Kabupaten Bolaang Mongondow, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, dan Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan.

Sedangkan pada 15 April cuaca ekstrem diperkirakan terjadi di Kabupaten Minahasa Selatan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Kota Kotamobagu dan Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Ekonomi
BNI Private Dinobatkan seba...
Advertisement
Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.