Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

IMF: 44 Negara Berminat dengan Pinjaman Lunak Jangka Panjang

📅 Selasa, 11 Apr 2023, 08:01 WIB | Oleh: Tim Penulis
IMF: 44 Negara Berminat dengan Pinjaman Lunak Jangka Panjang Doc: ANTARA/REUTERS/Willy Kurniawan
Ket. Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva menghadiri sesi KTT Pemimpin G20, di Nusa Dua, Bali, Indonesia, 16 November 2022.

WASHINGTON - Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Kristalina Georgieva mengatakan pada Senin (10/4) bahwa 44 negara telah menyatakan minatnya untuk meminjam dari Resilience and Sustainability Trust atau pembiayaan lunak jangka panjang senilai 40 miliar dolar AS setelah lima negara pertama mengatur pinjamannya.

Fasilitas ini dibuat tahun lalu untuk membantu menyalurkan kelebihan cadangan Special Drawing Rights (Hak Penarikan Khusus) IMF dari negara-negara kaya ke negara-negara berpenghasilan menengah yang miskin dan rentan untuk menyediakan pembiayaan lunak jangka panjang buat kebutuhan seperti adaptasi perubahan iklim dan transisi ke sumber energi yang lebih bersih.

Georgieva mengatakan pada acara Komite Bretton Woods pada awal pekan pertemuan musim semi IMF dan Bank Dunia bahwa "antrean yang sehat" negara-negara adalah tanda bahwa sumber daya fasilitas ketahanan perlu ditingkatkan ke tingkat yang jauh lebih tinggi.

Georgieva mengatakan sumber daya fasilitas saat ini sekitar 40 miliar dolar AS "berukuran sedang". Rwanda, Barbados, Kosta Rika, Bangladesh, dan Jamaika telah mencapai kesepakatan untuk program pinjaman dari fasilitas tersebut, yang dilengkapi dengan persyaratan kebijakan ekonomi tertentu seperti memenuhi target fiskal.

Komentarnya muncul saat IMF dan negara-negara anggota Bank Dunia akan membahas cara untuk secara dramatis meningkatkan pinjaman terkait iklim dan investasi sektor swasta minggu ini buat memenuhi kebutuhan yang diperkirakan triliunan dolar setahun guna memenuhi target pengurangan emisi.

"Jadi 40 miliar dolar AS bukanlah solusinya sendiri, tetapi ini adalah kontribusi untuk solusi, jika membantu menghilangkan hambatan untuk investasi skala besar, terutama investasi swasta, di negara-negara emerging market dan berkembang," kata Georgieva.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Bos Perusahaan AI Dunia Ingin Perlambat Pengembangan, Persaingan AS-Tiongkok Jadi Hambatan
    Sangat disayangkan melihat bagaimana niat baik untuk mengkaji ...
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Megapolitan
Jakarta International Photo...
Advertisement
Soal Jalan Rusak di Garut, KDM Panggil Bupati ke Bandung, Minta Anggaran Perbaikan Jalan Dirombak Total

Soal Jalan Rusak di Garut, KDM Panggil Bupati ke Bandung, Minta Anggaran Perbaikan Jalan Dirombak Total

14 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.