Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Beras Premium Langka di Ritel Modern, Bapanas: Di Pasar Tradisional Banyak!

📅 Senin, 05 Okt 2026, 08:11 WIB | Oleh: Tim Penulis
Beras Premium Langka di Ritel Modern, Bapanas: Di Pasar Tradisional Banyak! Doc: Badan Pangan
Ket. Bapanas menjamin stok beras premium tersedia di pasar tradisional

JAKARTA - Badan Pangan Nasional (Bapanas) menjamin stok beras premium tersedia di pasar tradisional setelah produk beras fortifikasi bermasalah ditarik. Harga juga masih dalam batas kewajaran.

"Kalau terkait beras premium, itu stoknya ada di pasar tradisional. Jadi beras premium dan medium di pasar tradisional itu banyak," kata Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas Hermawan terkonfirmasi di Jakarta, Minggu (4/10).

Dia menyoroti soal keterbatasan stok beras premium di sejumlah ritel modern yang terjadi setelah pengungkapan 25 merek beras dengan klaim fortifikasi bermasalah.

Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi dimanfaatkan oknum tertentu untuk menaikkan harga beras premium dengan memanfaatkan situasi setelah produsen menghentikan peredaran produk bermasalah.

Ia menjelaskan penarikan beras fortifikasi bermasalah berdampak terhadap pasokan di ritel modern, karena sejumlah produsen sebelumnya memasok produk tersebut, namun kini tidak diperbolehkan kembali memproduksi.

Meski demikian, Hermawan memastikan stok beras premium dan medium di pasar tradisional tetap tersedia, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap pemenuhan kebutuhan beras.

Berdasarkan pemantauan Bapanas bersama Satgas Pangan Polri di Pasar Induk Beras Cipinang Jakarta, harga beras premium tingkat distributor tercatat sekitar Rp14.200 per kilogram.

Harga tersebut masih berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) beras premium Zona I (Jawa, Lampung, Sumatera Selatan, Bali, NTB, Sulawesi) sebesar Rp14.900 per kilogram, sehingga kondisi perdagangan beras premium dinilai masih terkendali.

Hermawan menyebut persoalan pasokan lebih terlihat pada ritel modern, karena adanya potongan penjualan yang membuat margin produsen menjadi lebih terbatas dibandingkan pasar tradisional.

Hasil pengawasan terhadap 25 merek beras fortifikasi bermasalah juga membuat 11 produsen melakukan penarikan stok dari ritel modern sambil menunggu evaluasi Satgas Pangan Polri.

Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman telah mengumumkan 25 merek beras fortifikasi yang melanggar administrasi, nilai gizi, dan mutu. Adapun dari 25 merek beras fortifikasi yang bermasalah tersebut dimiliki oleh 11 pelaku usaha.

Selama bulan Juli sampai Agustus 2026, Bapanas telah melakukan pengawasan terhadap peredaran beras fortifikasi di 11 provinsi. Hasilnya terkumpul sebanyak 190 sampel beras fortifikasi yang beredar di pasaran yang mewakili 27 nama dagang.

Langkah perluasan pengawasan tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut dari hasil temuan Bapanas yang diumumkan pada akhir Juli 2026. Saat itu Bapanas mengungkap adanya ketidaksesuaian spesifikasi beras fortifikasi berdasarkan hasil pengawasan selama bulan April 2026 di wilayah Jakarta.

Akhir Juli itu diungkapkan terdapat 15 sampel merek dagang yang hasil laboratoriumnya menunjukkan 80 persen sampel nilai gizinya tidak sesuai dengan klaim pada label. Tak hanya itu, terungkap pula adanya sampel beras fortifikasi yang tidak ditemukan izin edar Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah thats right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Megapolitan
Udara Jakarta Tak Kunjung M...

Rupiah Berisiko Melemah - 05 Oktober 2026

57 menit yang lalu | Oka Wahyu

Ekonomi
Rupiah Berisiko Melemah - 0...
Rona
Tips Menabung Emas Batangan...
Advertisement
Daftar Terakhir Perolehan Medali Asian Games 2026: Indonesia Posisi ke-16

Daftar Terakhir Perolehan Medali Asian Games 2026: Indonesia Posisi ke-16

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.