PMI Manufaktur Menguat, Indikasikan Optimisme Pengusaha
📅 Rabu, 05 Apr 2023, 00:01 WIB | Oleh: Eko S
Doc: ISTIMEWA
JAKARTA - Penguatan Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur Indonesia mengindikasikan optimisme para pelaku usaha. Industri manufaktur yang terus ekspansif mencerminkan tetap kuatnya perekonomian Indonesia di tengah perekonomian global yang masih dibayangi tren perlambatan dan ketidakpastian.
"Terutama optimisme dari para pelaku usaha dalam melihat potensi perekonomian domestik dalam jangka pendek," kata Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Febrio Kacaribu, dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Selasa (4/4).
Seperti dikutip dari Antara, Febrio mengatakan di tengah tekanan ekonomi global, sektor manufaktur Indonesia secara konsisten mengalami ekspansi di sepanjang triwulan I-2023. Indikator PMI Manufaktur nasional menguat kembali ke level 51,9 di bulan Maret 2023 dari bulan Februari 2023 yang sebesar 51,2.
Tingkat permintaan domestik terindikasi terus mengalami peningkatan sehingga menopang aktivitas produksi manufaktur di tengah permintaan ekspor yang masih relatif tertahan. Selain itu, tambah dia, perbaikan distribusi dan logistik juga terus mengalami perbaikan dalam dua bulan terakhir dan mampu mendorong aktivitas produksi di dalam negeri.
Menurut Febrio, Indonesia dan India merupakan dua dari sedikit negara Asia yang mengalami tren peningkatan PMI Manufaktur. PMI India tercatat pada level 56,4 dari sebelumnya 55,3 pada Februari lalu.
Sebaiknya Anda baca juga:
Meskipun melambat, Thailand dan Filipina pun masih berada di zona ekspansif, dengan PMI yang masing-masing berada pada level 53,1 dan 52,5.
Mengalami Kontraksi
Sementara itu, Vietnam dengan PMI sebesar 47,7 dan Malaysia sebesar 48,8 mengalami kontraksi, demikian pula dengan Jepang dengan PMI sebesar 49,2 dan Korea sebesar 47,6 yang masih terus berada di zona kontraksi di sepanjang triwulan pertama.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Perekonomian terbesar di Asia, PMI Tiongkok relatif stagnan di level 50,0," ucap Febrio.
Hasil survei yang dirilis S&P Global menunjukkan capaian PMI Manufaktur Indonesia pada Maret 2023 berada di posisi 51,9, naik dibanding bulan sebelumnya yang menempati level 51,2.
"Fase ekspansi di bulan Maret jadi ikut memperpanjang periode perbaikan kondisi industri manufaktur kita selama 19 bulan berturut-turut. Apalagi, laju pertumbuhan PMI di bulan Maret merupakan yang tercepat sejak bulan September lalu," kata Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita.
Menperin mengemukakan tingkat ekspansi PMI Manufaktur Indonesia tersebut sejalan dengan hasil Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Maret 2023 yang juga menunjukkan nilai ekspansi sebesar 51,87.
"PMI Manufaktur dan IKI pada Maret 2023 sama-sama menunjukkan posisi ekspansi didukung oleh permintaan baru dari domestik yang meningkat. Kami optimistis dengan akselerasi pada realisasi belanja produk dalam negeri, permintaan baru akan semakin meningkat di periode selanjutnya," paparnya.
Menperin juga menilai peningkatan permintaan domestik mendorong meningkatnya output dan tenaga kerja. Ditambah lagi, kinerja vendor meningkat dan dan transportasi semakin baik sehingga persediaan bahan baku meningkat dan hambatan produksi berkurang.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!