Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kenali Perbedaan Varises dan CVI yang Terlihat Mirip, Begini Gejalanya

📅 Rabu, 05 Apr 2023, 13:15 WIB | Oleh:
Kenali Perbedaan Varises dan CVI yang Terlihat Mirip, Begini Gejalanya Doc: Istimewa
Ket. ilustrasi

Dokter spesialis bedah vaskular dan endovaskular Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Dedy Pratama mengungkapkan, varises dan Chronic Venous Insufficiency (CVI) merupakan penyakit berbeda meski seklias terlihat sama.

"Kalau kita bicara varises itu biasanya kita bicara masalah vena yang ada di permukaan kulit. Tapi gangguan CVI ini berupa spektrum yang bisa lebih luas dari itu. Jadi kalau memang ada gangguan di vena dalam, atau vena yang ada di antara vena dalam dan permukaan juga terganggu, itu bisa masuk dalam kategori CVI," kata Dedy dalam diskusi daring, dikutip dari Antara, Rabu (5/4).

Dedy menjelaskan, gejala dari CVI sangat beragam. Ada yang mengalami nyeri, timbul bengkak, hipertensi vena hingga muncul ulkus (luka terbuka) yang tak kunjung sembuh.

"Sebelum ada gejala, kalau memang sangat berisiko seperti pekerjaan-pekerjaan buruh atau pekerjaan lain yang membutuhkan berdiri lama atau duduk lama, memang sebaiknya di sela-sela pekerjaan bisa diimbangi dengan berjalan," ucapnya.

Ia menyarankan orang yang mengalami keluhan CVI untuk segera mungkin memeriksakannya ke dokter subspesialis vaskular. Ini bertujuan untuk mengetahui tindakan apa yang tepat untuk dilakukan sesuai dengan kondisi penyakitnya.

" Kalau gejalanya masih ringan, kita bisa konservatif. Jadi kita lakukan edukasi untuk olahraga teratur, menjaga supaya berat badannya ideal, menjaga pola makanan yang bergizi. Kemudian ada beberapa olahraga yang direkomendasikan untuk memperkuat otot betis. Misalnya berenang, bersepeda dan berlari," ujar Dedy.

Namun apabila kondisi sudah cukup memburuk, Dedy menjelaskan bahwa dokter juga bisa memutuskan untuk melakukan tindakan operasi. Misalnya jika sudah timbul luka yang tak kunjung sembuh, atau pasien sudah tidak bisa mendapatkan manfaat apabila menggunakan stoking khusus atau terapi lainnya.

"Penting sekali kita melakukan evaluasi lebih detail untuk melihat sebetulnya kita harus melakukan tindakan lebih invasif atau tidak. Apakah kita harus melakukan tindakan operatif atau tidak," tutur Dedy.

"Jadi memang ada beberapa teknik operasi ya. Kita biasanya tidak melakukan operasi yang invasif. Jadi biasanya karena perkembangan zaman, kita sudah mulai berpindah operasinya dengan menggunakan teknik yang minimal invasif. Jadi tidak lagi operasi yang menakutkan," tambahnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.