Ekonomi Asia Terhambat Kebijakan Moneter Ketat Global
📅 Rabu, 05 Apr 2023, 00:04 WIB | Oleh: Tim RedaksiSelain beberapa bank di AS seperti Silicon Valley Bank dan Signature Bank yang kolaps, bank raksasa di Eropa pun ikut tumbang. Sebab itu, penting bagi pemerintah, Bank Indonesia (BI), dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tetap memantau ketat kondisi moneter dan perbankan dalam negeri.
"Jangan sampai perbankan Indonesia mengalami masalah likuiditas akut. Rasio-rasio kesehatan perbankan harus dijaga betul," tegasnya.
Lonjakan Harga Komoditas
Kepala Ekonom ADB, Albert Park, kepada Reuters seperti dikutip dari Antara, mengatakan di luar Tiongkok, kawasan Asia diperkirakan akan tumbuh 4,6 persen tahun ini, lebih lambat dari laju 5,4 persen tahun sebelumnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Berdasarkan subkawasan, Asia Selatan diperkirakan akan mencatat pertumbuhan tercepat 5,5 persen tahun ini, didukung oleh proyeksi pertumbuhan India 6,4 persen, diikuti Asia Tenggara yang diperkirakan tumbuh 4,7 persen. Saat pertumbuhan di negara-negara berkembang Asia semakin cepat, ADB memperingatkan agar tetap mewaspadai tantangan termasuk gejolak di sektor perbankan global dan eskalasi perang Ukraina, yang dapat menyebabkan lonjakan harga komoditas.
Tetapi untuk saat ini, gejolak di sektor perbankan global, yang dipicu oleh jatuhnya dua pemberi pinjaman menengah di AS, tidak akan berubah jadi krisis sistem keuangan yang lebih besar di AS, meskipun kata Park, harus tetap diwaspadai.
Faktor yang menguntungkan kawasan adalah ekspektasi pelonggaran inflasi, yang akan mengurangi kebutuhan akan kenaikan suku bunga yang sering dan besar yang dapat mengurangi konsumsi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dari 4,4 persen pada 2022, inflasi diperkirakan akan melambat menjadi 4,2 persen tahun ini dan 3,3 persen tahun depan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!