Ekspedisi Ferdinand Magellan untuk Membuktikan Bumi Bulat
📅 Senin, 03 Apr 2023, 06:30 WIB | Oleh: Haryo BronoSetelah 38 hari di selat, armada akhirnya muncul di Samudra Pasifik pada November 1520. Mereka adalah orang Eropa pertama yang melihat samudra ini. Magellan menamainya Mar Pacifico yang artinya laut yang damai karena perairannya tampak tenang dibandingkan perairan selat yang sulit itu.
Magellan meremehkan ukuran lautan Pasifik yang kemudian masuk dalam kategori samudra. Kapal-kapal tidak siap untuk perjalanan panjang. Banyak awak kapal yang kelaparan saat mencari daratan. Akhirnya pada bulan Maret, kapal mendarat di Guam. Di sana, mereka dapat mengisi kembali perbekalan sebelum berlayar ke Filipina dan sampai di sana 17 Maret 1521.
Pada 31 Maret 1521 Magellan dan lima puluh anak buahnya mendarat di Limasawa saat ini untuk berpartisipasi dalam misi Katolik pertama di Filipina. Selanjutnya mendarat di Cebu, Magellan diliputi semangat religius dan memutuskan untuk mengubah penduduk asli menjadi Kristen.
Beberapa penduduk asli setuju untuk pindah agama, sementara yang lain tidak dan perpecahan itu menyebabkan masalah dalam populasi. Raja Cebu menjadi Kristen, dan berusaha melawan kelompok tetangga, Mactan, yang tidak pindah agama. Orang Cebu meminta Magellan untuk bergabung dengan mereka dalam pertarungan mereka, dan dia setuju.
Sebaiknya Anda baca juga:
Tidak mengindahkan nasihat anak buahnya, Magellan memimpin serangan, dengan asumsi senjata Eropanya akan memastikan kemenangan cepat. Namun, orang Mactan bertempur dengan sengit dan menyerang Magellan dengan panah beracun. Magellan meninggal karena luka pada 27 April 1521.
Setelah kematian Magellan, Sebastian del Cano mengambil alih komando dua kapal yang tersisa, Trinidad dan Victoria. Sedangkan kapal Concepción dibakar karena tidak ada cukup orang yang tersisa untuk mengoperasikannya.
Seorang mantan pemberontak sebelumnya, del Cano memimpin kapal ke Kepulauan Rempah. Setelah mengamankan rempah-rempah yang telah lama mereka tuju, kapal-kapal berlayar ke Spanyol. Namun sayangnya Trinidad diserang oleh kapal Portugis dan dibiarkan karam.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pada September 1522, tiga tahun sebulan sejak perjalanan dimulai kapal Victoria berlabuh kembali di Seville. Hanya satu kapal dari lima kapal asli dan hanya 18 orang dari 270 awak kapal asli yang selamat dari pelayaran tersebut. Di antara mereka adalah Antonio Pigafetta, seorang cendekiawan yang menyimpan buku harian terperinci tentang ekspedisi tersebut.
Meskipun Magellan tidak berhasil mengelilingi dunia karena meninggal dalam konflik di Filipina, namun ekspedisi yang dipimpinnya menemukan warisan penting yaitu Samudra Pasifik oleh Eropa dan bukti empiris bahwa dunia itu bulat.
Magellan telah membuktikan bahwa kapal dapat berlayar mengelilingi dunia di jalur laut barat. Ia menunjukkan Samudra Pasifik sangat luas dengan panjang mencapai 7.000 mil lebih jauh daripada yang diperkirakan oleh para kartografer.
Seperti yang dikatakan sejarawan Laurence Bergreen, "Dalam hal prestise dan kekuatan politik, pencapaiannya setara dengan Renaisans untuk memenangkan perlombaan luar angkasa," tulis dia dalam buku Over the Edge of the World (2019).
Selat Magellan bukanlah rute yang mudah, juga bukan rute yang cepat, dan banyak pelaut berikutnya gagal menemukan pintu masuk yang tepat di labirin pulau di ujung selatan Amerika. Beberapa penjelajah bahkan mengklaim selat sudah tidak ada lagi dan pendaratan pasti telah memblokir rute tersebut, seperti kesulitan dalam menavigasi pulau-pulau ini.
Selain itu, badai ganas yang berkumpul di sekitar Cape Horn merupakan tantangan berat lainnya. Antara tahun 1577 dan 1580 navigator Inggris, Francis Drake (1540-1596 M) berhasil menemukan jalan melalui selat dalam pelayarannya sendiri mengelilingi dunia, untuk pertama kalinya menyerang koloni Spanyol di pantai barat Amerika dan menjarah kapal Spanyol. hay/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!