Ekspedisi Ferdinand Magellan untuk Membuktikan Bumi Bulat
📅 Senin, 03 Apr 2023, 06:30 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: Istimewa
Armada Ferdinand Magellan berangkat dari Seville pada 20 September 1519 ke arah barat dan kembali setelah perjalanan tiga tahun lebih sebulan. Pelayaran yang sangat sangat sulit untuk menemukan rute menuju Maluku dan kembali ke Eropa dari arah timur.
Ferdinand Magellan adalah seorang penjelajah Portugis yang memimpin ekspedisi pertama untuk mengelilingi dunia. Seperti banyak orang sezamannya, Magellan berangkat untuk menemukan jalur laut Barat ke Kepulauan Rempah di Indonesia.
Ferdinand Magellan lahir sekitar tahun 1480 dari keluarga bangsawan di Portugal. Sebagai anak laki-laki, dia melayani raja Portugis sebagai penjelajah dan mempelajari kartografi serta navigasi dengan gigih. Pada usia pertengahan 20-an, Magellan bergabung dengan armada Portugis.
Bersama armada itu membawanya ke Afrika timur, tempat dia melawan kapal-kapal Mesir di Pertempuran Diu. Di Maroko, ia mengalami luka dapat pincang selama sisa hidupnya. Selama di sana ini dituduh berdagang secara ilegal dengan bangsa Moor atau orang-orang Muslim.
Terlepas dari penolakan berulang kali atas tuduhan tersebut, Magellan kehilangan jabatannya dan tawaran pekerjaan Portugis di masa depan. Pada 1517, Magellan pindah ke Seville, Spanyol, di mana dia bertemu dengan seorang Portugis yang memiliki hubungan baik, Diogo Barbosa. Ia menikahi putrinya, Beatriz, dan memiliki seorang putra.
Sebaiknya Anda baca juga:
Barbosa mengamankan pertemuan Magellan dengan istana Spanyol untuk membahas ide perjalanan Magellan. Terinspirasi oleh pelayaran Christopher Columbus, Vasco Núñez de Balboa, dan penjelajah lainnya, Magellan telah menyusun rencana untuk menemukan rute berlayar ke arah barat, menuju perairan ke Kepulauan Rempah yang disebut Maluku.
Rute ke barat dipilih karena Spanyol terikat dengan Perjanjian Tordesillas (1494). Spanyol dan Portugis membagi dua dunia lewat garis demarkasi yang ditarik dari Kutub Utara ke Kutub Selatan sekitar 100 league (setara 320 mil) dari barat Kepulauan Cape Verde. Spanyol harus berlayar ke arah barat dan Portugis ke rah timur dari garis itu.
Tanpa banyak bertanya, Raja Charles I dengan mudah menyetujui dan membiayai ekspedisi tersebut. Pada 10 Agustus 1519, Magellan berlayar dengan 270 orang dan lima kapal. Kapal tersebut adalah Trinidad dikomandoi oleh Magellan, San Antonio, Victoria, Concepción, dan Santiago. Dari Spanyol, armada berlayar ke Brasil dan kemudian menuju ke selatan, menyusuri pantai.
Sebaiknya Anda baca juga:
Mereka sedang mencari jalur air dongeng yang memungkinkan mereka melintasi Amerika selatan tanpa harus mengitari Cape Horn. Perjalanan itu sulit. Magellan mencari Rio de la Plata, muara Brasil, tanpa hasil untuk waktu yang lama.
Banyak awak kapal yang kedinginan dalam cuaca buruk atau kelaparan. Di Port San Julian, lepas pantai Patagonia (yang diberi nama Magellan), para kru memberontak melawannya pada tengah malam Paskah.
Dia memadamkan pemberontakan dengan membunuh satu kapten dan meninggalkan yang lain. Dia juga mengirim Santiago ke depan untuk mengintai, tetapi kapal itu karam. Sebagian besar awak kapal diselamatkan, dan armada menghabiskan musim dingin badai yang mengerikan di Port San Julian.
Selat Magellan
Saat cuaca membaik, Magellan berlayar lagi. Pada 21 Oktober 1520, dia akhirnya menemukan lorong yang akan menyandang namanya. Selat Magellan adalah saluran sempit melengkung yang memisahkan Tierra del Fuego di ujung Amerika selatan dari daratan benua. Berlayar melewati celah sempit berbahaya bagi kapal, dengan udara beku yang berkabut.
Bahkan armada membutuhkan waktu lebih dari sebulan untuk melewati selat sepanjang 350 mil itu. Selama waktu itu, kapten San Antonio membalikkan kapalnya dan berlayar kembali ke Spanyol, membawa banyak perbekalan bersamanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!