Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bolak-balik Banjir, Masyarakat Harus Dilindungi Lewat Bantuan Responsif Bencana

📅 Senin, 03 Apr 2023, 10:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Bolak-balik Banjir, Masyarakat Harus Dilindungi Lewat Bantuan Responsif Bencana Doc: ANTARA/Bayu Pratama S
Ket. Warga berjalan melintasi banjir di Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan, pada Jumat, 17 Maret 2023. Berdasarkan data BPBD, sebanyak 4.188 jiwa dan 1.340 rumah di lima kecamatan terdampak banjir.

Made Anthony Iswara, SMERU Research Institute dan Dyah Larasati, Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K)

Bencana banjir di berbagai wilayah Indonesia menjadi pengalaman pahit sebagian masyarakat di awal 2023.

Banjir yang mengepung kota Makassar, Sulawesi Selatan, pada Februari menggenangkan ribuan rumah dan memaksa ratusan warga mengungsi. Tak lama setelahnya, banjir bandang merusak ratusan rumah di Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, pada 9 Maret silam.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan lebih dari 241 banjir terjadi di seluruh Indonesia per 13 Maret 2023. Selain banjir, Indonesia juga menghadapi cuaca ekstrem, tanah longsor, dan berbagai bencana lain yang mengakibatkan 75 korban jiwa dan lebih dari 1,5 juta orang mengungsi dan menderita.

"Sudah Jatuh, Tertimpa Tangga" merupakan pepatah yang menggambarkan kondisi bencana saat ini. Bagaimana tidak, bencana-bencana tersebut menerjang Indonesia di kala masyarakat baru saja bangkit setelah jatuh akibat bencana pandemi COVID-19.

Isu bencana bukan isu baru di Indonesia sebagai negara yang rentan terhadap dampak perubahan iklim, terutama bencana hidrometeorologi. Bencana hidrometeorologi adalah bencana yang terjadi di atmosfer, air atau lautan, seperti kekeringan, banjir, badai, kebakaran hutan, longsor, dan gelombang panas.

Dampaknya pun cenderung merugikan masyarakat rentan. Misalnya, peningkatan suhu air laut di Bengkulu Selatan akibat perubahan iklim menyebabkan migrasi ikan, sehingga menyulitkan nelayan untuk mendapatkan ikan dan menurunkan pendapatan mereka. Penurunan pendapatan serupa dapat memaksa keluarga mengurangi pengeluaran untuk kesehatan danpendidikan, sehingga merugikan masa depan mereka.

Masyarakat miskin pun akan semakin rentan di tengah meningkatnya risiko perubahan iklim. Bank Dunia memperkirakan bahwa dampak perubahan iklim seperti kesehatan, bencana alam, dan pengaruh harga pangan dapat mendorong hingga 132 juta orang di seluruh dunia jatuh miskin pada tahun 2030.

Berbagai pihak mendorong adanya Perlindungan Sosial Adaptif (PSA) di tengah meningkatnya risiko berbagai gejolak di masa depan. PSA menghubungkan perlindungan sosial, adaptasi perubahan iklim dan manajemen risiko bencana untuk meningkatkan ketahanan masyarakat dalam menghadapi bencana.

Namun, bagaimana perkembangan PSA di Indonesia? Apa saja tantangannya dan bagaimana sebaiknya Indonesia menerapkan PSA ke depannya?

Perkembangan PSA di Indonesia

Pemerintah Indonesia akan menjadikan PSA sebagai salah satu poin prioritas dalam rencana jangka menengah (2025-2029) dan jangka panjang (2025-2045) nasional. Saat ini, pemerintah sudah menyusun draf peta jalan PSA sebagai panduan ke depan dalam membangun dan melaksanakan PSA di Indonesia.

Dari segi pembiayaan, pemerintah telah meluncurkan Strategi Pembiayaan dan Asuransi Risiko Bencana (PARB) untuk mengurangi tekanan pada anggaran negara dalam menanggulangi bencana. Hal ini dilatarbelakangi olehbesarnya kerugian akibat bencana di tengah keterbatasan anggaran negara.

Strategi ini antara lain melibatkan pembentukan Pooling FundBencana (PFB) yang mengumpulkan dana dari berbagai sumber dan dikelola untuk membiayai penanggulangan bencana yang berkelanjutan. Strategi ini juga membiayai perlindungan masyarakat melalui asuransi dan program perlindungan sosial.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
  • Jangan Main-main! Kawasan Industri Diminta Tuntaskan Seluruh Izin
    Langkah proaktif pemerintah pusat dan daerah dalam menata ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Megapolitan
Pemkot Jakut Tertibkan Bang...
Daerah
Penanganan kebakaran di Kaw...
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.