Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tangkal Pengaruh Tiongkok, AS Berencana Buka Kedutaan di Vanuatu

📅 Sabtu, 01 Apr 2023, 16:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tangkal Pengaruh Tiongkok, AS Berencana Buka Kedutaan di Vanuatu Doc: UN.org
Ket. Dengan segala kemeriahan budayanya, para penampil dari pulau Futuna, Vanuatu, merayakan tarian tradisional mereka. Negara pulau kecil Vanuatu kini dilirik Amerika Serikat setelah Tiongkok memperluas pengaruhnya di kawasan Pasifik.

WASHINGTON - Amerika Serikat berencana membuka kedutaan di Vanuatu, upaya meningkatkan kehadirannya di Pasifik Selatan di mana Tiongkok berusaha memperluas pengaruhnya.

Sebuah kantor perwakilan di ibu kota Port Vila "akan mengizinkan pemerintah AS memperdalam hubungan" di kepulauan itu dan meningkatkan bantuan pembangunan termasuk di bidang iklim, kata Departemen Luar Negeri AS dalam sebuah pernyataam, Jumat (31/3).

Pemerintahan Presiden Joe Biden, dengan dukungan bipartisan dari Kongres, telah memperluas peran AS di kawasan yang sebelumnya hanya mendapat perhatian terbatas. Tahun lalu kabar mengejutkan datang dari kawasan itu, Tiongkok menandatangani pakta keamanan dengan Kepulauan Solomon.

Meskipun ditolak Kepulauan Solomon, para pejabat AS dan Australia menyuarakan kekhawatirannya bahwa pakta tersebut dapat membuka perairan yang luas Pasifik bagi militer Tiongkok.

Amerika Serikat pada Februari lalu membuka kedutaan di Kepulauan Solomon, dan Wakil Presiden Kamala Harris mengumumkan pada pertemuan puncak tahun lalu bahwa AS juga akan membuka kedutaan baru di Kiribati dan Tonga.

Departemen Luar Negeri AS tidak memberikan batas waktu untuk kedutaan Vanuatu.

AS menjalin hubungan dengan Vanuatu pada 1986, enam tahun setelah negara itu merdeka menyusul pemerintahan bersama yang tidak biasa antara Inggris dan Prancis. Hubungan dipertahankan melalui kedutaan besar AS di Papua Nugini.

Dengan populasi lebih dari 300.000 orang, Vanuatu sangat rentan terhadap bencana alam termasuk siklon, gempa bumi, dan aktivitas gunung berapi.

Negara dataran rendah itu juga khawatir kenaikan permukaan air akibat perubahan iklim akan membahayakan masa depannya. Resolusi penting yang diadopsi oleh Majelis Umum PBB meminta Mahkamah Internasional untuk menjabarkan kewajiban hukum bagi para penghasil emisi bersejarah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
IESR: Pulau Sumbawa Punya P...

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

49 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Nasional
Tanggapan Istana Usai Wamen...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.