Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Fenomena Loud Luxury Versus Quiet Luxury, Apa Bedanya?

📅 Jumat, 31 Mar 2023, 15:30 WIB | Oleh:
Fenomena Loud Luxury Versus Quiet Luxury, Apa Bedanya? Doc: Getty Images
Ket. Bottega Veneta.

Kata "mewah" atau "luxury" seringkali digunakan secara berlebihan dalam masyarakat modern untuk menggambarkan segala sesuatu yang dihubungkan dengan produk-produk atau merek-merek yang mahal dan bergengsi. Dalam industri fesyen, dunia yang diperintah oleh hierarki merek, kategorisasi kemewahan tetap relatif konsisten.

Namun, estetika telah bergeser selama beberapa dekade. Konsep mewah sekarang berkembang menjadi dua kategori utama, yakni quiet luxury dan loud luxury.

Secara definisi, loud luxury mengacu pada produk atau fashion item yang dengan jelas menunjukkan logo mereka yang unik di setiap produknya. Misalnya, rumah mode mewah paling elit di dunia seperti Louis Vuitton, Gucci, dan Balenciaga, yang memamerkan koleksi mereka di pekan mode di seluruh dunia, dan berinvestasi dalam kampanye pemasaran besar.

Getty Images

Melansir The Medium, loud luxury bergantung pada status sosial yang dikaitkan dengan merek sebagai faktor penting untuk mendorong keinginan dan konsumsi.

Menurut studi yang dipublikasi di the Journal of Business Research, pecinta loud luxury umumnya membeli produk kelas atas untuk menunjukkan nilai kekayaan mereka. Karenanya, mereka lebih suka memakai produk loud luxury yang mampu menunjukkan kalau barang yang mereka pakai memang mahal dan mendapatkan pengakuan orang lain atas status sosial mereka.

Getty Images

Kaum ini bahkan kerap diasosiasikan sebagai orang kaya baru (OKB) yang membutuhkan pakaian mewah berlogo untuk menciptakan identitas dan berupaya menjadi bagian dari kelas sosial tertentu. Meski terkadang melakukannya secara tidak sadar.

Sebaliknya, quiet luxury menawarkan produk dengan logo yang kecil atau bahkan tanpa logo sama sekali. Jika loud luxury berfokus pada kemewahan yang mencolok, quiet luxury justru enggan menunjukkan status dan kemewahan dengan cara yang frontal.

Alih-alih menunjukkan kemewahan dengan memampang logo besar-besar, merek yang termasuk kategori quiet luxury berupaya menampilkan kemewahan melalui kualitas dan kenyamanan. Misalnya seperti Bottega Veneta, Lemaire, juga The Row yang menjual kemeja putih polos dengan harga US$1000.

Editorialist

Brand-brand ini tidak memamerkan koleksi mereka di pekan mode di seluruh dunia, juga tidak berinvestasi dalam kampanye pemasaran besar. Hanya mereka yang memiliki mata terlatih, atau yang termasuk dalam lingkaran kaya raya, yang akan mengenali produk-produk yang termasuk dalam kategori quiet luxury.

Terlepas dari itu, kedua kategori ini sebenarnya juga merupakan bagian dari marketing banyak luxury brand. Tak sedikit yang sadar akan dua hal ini dan sengaja membuat loud luxury untuk massa yang lebih luas, juga memproduksi produk quiet luxury dengan harga jual lebih mahal untuk target market yang lebih eksklusif.

Pasalnya, kaum pecinta quiet luxury umumnya bersedia membayar harga yang lebih mahal untuk mengenakan pakaian buatan tangan yang indah, yang menampilkan keunggulan bahan.

Editorialist

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.