Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

WHO Pertimbangkan Tambahkan Obat Obesitas ke Daftar Esensial

📅 Kamis, 30 Mar 2023, 00:00 WIB | Oleh:
WHO Pertimbangkan Tambahkan Obat Obesitas ke Daftar Esensial Doc: ISTIMEWA
Ket. Panel penasihat WHO akan meninjau permintaan terbaru untuk memasukkan obat obesitas ke daftar esensial.

LONDON - Obat-obatan yang memerangi obesitas untuk pertama kalinya dapat dimasukkan dalam "daftar obat esensial" Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO), yang digunakan untuk memandu keputusan pembelian pemerintah di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah, kata badan PBB itu kepada Reuters.

Dikutip dari The Straits Times, sebuah panel penasihat WHO akan meninjau permintaan baru untuk obat-obatan yang akan dimasukkan bulan depan, dengan daftar obat esensial yang diperbarui akan jatuh tempo pada September.

Permintaan untuk mempertimbangkan obat obesitas diajukan oleh tiga dokter dan seorang peneliti di Amerika Serikat (AS). Ini mencakup bahan aktif liraglutide dalam obat obesitas Novo Nordisk Saxenda, yang akan keluar patennya, memungkinkan versi generik yang lebih murah.

Panel dapat menolak permintaan tersebut atau menunggu lebih banyak bukti. Keputusan WHO untuk memasukkan Saxenda dan akhirnya obat generik ke dalam daftar akan menandai pendekatan baru untuk obesitas global oleh badan kesehatan.

Itu juga bisa membuka jalan bagi perawatan yang lebih baru dan lebih kuat dari Novo Nordisk yang disebut Wegovy untuk direkomendasikan untuk negara berpenghasilan rendah dan menengah di masa depan.

Namun, beberapa ahli kesehatan masyarakat memperingatkan agar tidak memperkenalkan obat-obatan tersebut terlalu luas sebagai solusi untuk kondisi kompleks yang masih belum sepenuhnya dipahami.

"Obesitas merupakan masalah kesehatan yang semakin penting di banyak negara," kata juru bicara WHO.

"Obat untuk pengobatan obesitas hanyalah salah satu aspek manajemen, tentu saja, dan pencegahan juga penting," ungkapnya.

Pertimbangkan Bukti

WHO mengatakan panel ahli akan mempertimbangkan bukti liraglutide selama beberapa bulan mendatang. Mereka mungkin juga mencari evaluasi yang lebih luas dari jenis perawatan penurunan berat badan lainnya di masa mendatang.

Menurut WHO, lebih dari 650 juta orang dewasa di seluruh dunia mengalami obesitas, lebih dari tiga kali lipat angka pada tahun 1975, dan kira-kira 1,3 miliar lainnya kelebihan berat badan.Mayoritas, 70 persen dari mereka tinggal di negara berpenghasilan rendah dan menengah.

Memasukkan obat obesitas di antara obat esensial WHO dapat memiliki arti penting bagi populasi tersebut. Para ahli mengatakan menambahkan obat HIV ke dalam daftar pada tahun 2002 membantu membuatnya lebih banyak tersedia untuk pasien AIDS di negara-negara miskin.

"Saat ini, tidak ada obat yang termasuk dalam (daftar) yang secara khusus menargetkan penurunan berat badan untuk beban obesitas global yang sedang berlangsung," tulis peneliti AS, Sanjana Garimella dari Yale New Haven Health, Sandeep Kishore dari University of California, San Francisco, dan tim, ke WHO dalam pengajuan penambahan tersebut.

Mereka berargumen meskipun daftar tersebut mencakup suplemen mineral untuk defisiensi nutrisi, kurangnya perawatan penurunan berat badan menunjukkan "perbedaan" dalam ekuitas kesehatan global, mengingat meningkatnya jumlah kematian di negara-negara miskin yang dipercepat oleh penyakit terkait berat badan, termasuk penyakit jantung dan diabetes.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Kasus yang Melingkungi Proy...
Daerah
Polres Kerinci Bahas Distri...
Olahraga
Sabalengka di Luar Dugaan D...

Tim Piala Dunia, Maroko Dapat Menjadi Kuda Hitam

33 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Maroko Dap...
Olahraga
Laga Generasi Baru Menuju F...

Tim Piala Dunia, Mampukan Brasil Juara Keenam Kalinya?

45 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Mampukan B...
Nasional
Dongkrak Kedatangan Turis, ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.