Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Presiden Prabowo Subianto: Indonesia Harus Beralih ke Ekonomi Pancasila yang Menyejahterakan Semua.

📅 Senin, 01 Jun 2026, 11:28 WIB | Oleh:
Presiden Prabowo Subianto: Indonesia Harus Beralih ke Ekonomi Pancasila yang Menyejahterakan Semua. Doc: Antara Foto
Ket. Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan dalam upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Gedung Pancasila, Jakarta, Senin (1/6).

Presiden Prabowo Subianto mengatakan perlunya dilakukan transformasi ekonomi nasional menuju ekonomi yang sepenuhnya berdasarkan Pancasila yang memastikan pemerataan kesejahteraan.

Dalam upacara peringatan Hari Lahir Pancasila dipantau daring dari Jakarta, Senin, Presiden Prabowo Subianto menyoroti di tengah pertumbuhan ekonomi masih belum dinikmati secara merata oleh seluruh rakyat Indonesia dan untuk itu perlu dilakukan transformasi bangsa.

"Transformasi dari ekonomi yang belum sepenuhnya berdasarkan Pancasila, menuju ekonomi yang sungguh-sungguh berdasarkan Pancasila. Saudara-saudara, apa arti ekonomi berdasarkan Pancasila? Pertama, ekonomi yang religius, ekonomi yang berkemanusiaan dan ekonomi yang memperkuat persatuan nasional," kata Presiden.

Presiden memberikan contoh bagaimana kekayaan alam Indonesia adalah amanah dari Tuhan Yang Maha Esa untuk dikelola secara bertanggung jawab demi kemakmuran bangsa dan dapat dirasakan oleh generasi yang akan datang.

Oleh karena itu, kata Prabowo, pembangunan ekonomi Indonesia tidak hanya harus menghasilkan angka statistik, tetapi juga terwujud nyata untuk memastikan kehidupan yang lebih baik bagi seluruh rakyat.

Hal itu, menurut Presiden, terimplementasi mulai dari pemberian gizi kepada kelompok yang paling rentan, bantuan pupuk kepada petani, akses pasar yang lebih baik untuk nelayan dan perlindungan untuk pekerja.

Prabowo menyebut ekonomi Indonesia harus berpihak kepada kepentingan nasional dan kepentingan rakyat dan tidak hanya menguntungkan segelintir orang saja.

"Ekonomi Pancasila adalah ekonomi yang egaliter, ekonomi yang kerakyatan. Ekonomi kita berdasarkan rancang bangun cetak biru yang dibuat oleh pendiri-pendiri bangsa kita," kata Prabowo.

Secara khusus Prabowo menyebut Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 yang menyebut perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan. Dengan negara mengelola kekayaan alam dan cabang produksi penting untuk kepentingan khalayak.

Tidak hanya itu, ekonomi Indonesia juga harus berdasarkan keadilan sosial yang memastikan pemerataan ekonomi dan kemajuan dirasakan seluruh pihak.

"Kita tidak hanya mau bicara pembangunan, kita sekarang punya cita-cita yang lebih berani. Kita sedang dan akan menjalankan terus strategi transformasi bangsa. Strategi kita sejatinya adalah transformasi menjadi haluan yang sejalan dengan Pancasila," tutur Prabowo Subianto.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa

Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.