Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perbedaan Single-Player RPGs dan MMORPGs, Tak Cuma Soal Pemain

📅 Kamis, 30 Mar 2023, 12:00 WIB | Oleh:
Perbedaan Single-Player RPGs dan MMORPGs, Tak Cuma Soal Pemain Doc: Istimewa
Ket. Ilustrasi.

Menjadi salah satu genre permainan yang populer, Role-playing game atau (RPG) adalah genre permainan video game yang memungkinkan pemain untuk terlibat dengan dunia game melalui karakter yang dimainkannya.

Dalam RPG, pemain akan mengendalikan karakter yang memiliki latar belakang tersendiri untuk memutuskan tindakan apa yang akan dilakukan oleh karakter tersebut untuk mengatasi tantangan dan mengembangkan kemampuan mereka.

Genre RPG sering menyertakan NPC atau karakter non-pemain, misi sampingan, konten yang dapat diunduh, dan alur cerita yang lebih besar. Selama permainan, pemain akan mengambil keputusan dan memainkan peran karakter mereka untuk mengatasi hambatan dan mengembangkan kemampuan mereka. Pemain juga dapat berinteraksi dengan karakter non-pemain (NPC) di dalam permainan dan membuat pilihan dialog yang akan memengaruhi jalannya cerita.

RPG dapat memiliki banyak gaya bermain yang berbeda, seperti RPG aksi yang mempertahankan elemen gameplay yang lebih fokus pada pertempuran real-time, atau RPG strategi yang memerlukan pemain untuk membuat strategi dan keputusan yang lebih penting. Beberapa contoh permainan RPG populer termasuk Final Fantasy, The Elder Scrolls, dan World of Warcraft.

Namun jangan salah, RPG tidak cuma bisa dimainkan dalam bentuk video game tapi juga dalam format game papan seperti Dungeons & Dragons, di mana pemain membuat karakter mereka sendiri dan berpartisipasi dalam petualangan yang dipandu oleh master permainan.

Faktanya, RPG dalam video game sejatinya terinspirasi oleh mekanisme game papan RPG, yang telah dimainkan di era sebelum komputer rumah dan konsol game tersedia secara luas. Barulah pada tahun 1970-an, RPG tersedia di komputer atau yang dikenal dengan sebutan computer role-playing game (CRPG).

CRPG sendiri mengambil inspirasi dari sifat eksplorasi berbasis misi dari game tabletop dan menghilangkan kebutuhan master game untuk melacak plot. Gamer dapat melacak gameplay mereka sendiri dengan karakter pilihan mereka.

Setelah meraih kesuksesan di komputer mainframe, konsol video game turut mengadopsi genre satu ini dengan Atari yang pertama kali melakukannya pada tahun 1982.

Saat ini, RPG ada di setiap jenis perangkat yang mendukung internet. Di luar komputer, Anda dapat memainkan RPG di sistem game seperti Nintendo Switch, Xbox, atau bahkan smartphone Anda.

Berdasarkan jumlah pemainnya, RPG diklasifikasikan dalam dua subgenre, yakni Single-player RPGs dan Massive multiplayer online RPGs (MMORPGs). Perbedaan keduanya terletak dari jumlah pemain. Di mana Single-player RPGs memungkinkan pemain untuk hanya bermain melalui satu perspektif, yakni perspektif sang karakter utama.

Dalam single-player RPGs, tidak ada pemain lain yang terlibat, sehingga pemain tidak bermain dalam mode online. Namun, beberapa game single-player RPG dapat memiliki fitur yang memungkinkan pemain untuk berinteraksi dengan pemain lain secara online, seperti pengiriman pesan dan bantuan dalam pertempuran.

Uniknya, pemain single-player RPGs dapat menyesuaikan karakter mereka dengan atribut dan keterampilan yang berbeda, serta memilih berbagai item dan senjata untuk membantu mereka dalam pertempuran dan menjalankan misi.

Kebalikan dari Single-player RPGs, Massive Multiplayer Online RPGs (MMORPGs) adalah jenis permainan video game RPG yang dapat dimainkan secara online oleh ribuan pemain secara bersamaan dalam satu dunia game virtual.

Menggabungkan elemen massively multiplayer games (MMOs) dan RPGS, subgenre game satu ini memiliki pertikaian epik dan pertempuran antara berbagai pemain. Dalam MMORPG, pemain akan memainkan karakter mereka, melakukan tindakan dan interaksi dengan karakter pemain lain dan NPC, serta menjalankan misi dan mengembangkan karakter mereka dalam lingkungan game yang terus berkembang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Badan Geologi Laporkan Akti...
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Advertisement
Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.