Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ekonomi Baru Kembali ke Posisi sebelum Pandemi

📅 Senin, 27 Mar 2023, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Ekonomi Baru Kembali ke Posisi sebelum Pandemi Doc: Sumber: BPS, BI - KJ/and - KORAN JAKARTA/ONES

» Pemerintah dan Bank Indonesia diimbau tetap waspada karena data terakhir menunjukkan inflasi kembali meningkat.

» Kenaikan pertumbuhan masih bersifat jangka pendek yakni dipengaruhi aktivitas pemilu, bukan karena peningkatan nyata daya beli masyarakat.

JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini baru kembali pada posisi yang sama sebelum pandemi Covid-19, karena warga sudah relatif bebas untuk beraktivitas seiring dengan pencabutan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) beberapa waktu lalu.

Pengamat ekonomi dari Universitas Indonesia (UI), Teuku Riefky, optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2023 akan kembali membaik setelah lebih dari dua tahun bersama pandemi.

"Dicabutnya PPKM oleh Presiden langsung berpengaruh mendorong kepercayaan publik terhadap prospek ekonomi ke depan, termasuk dalam aspek ketersediaan lapangan kerja dan pendapatan," sebut Riefky.

Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Indonesia sedikit menurun dari 123,0 bulan lalu menjadi 122,4 bulan ini, setelah berakhirnya masa liburan. Meskipun turun, namun IKK tersebut tetap berada di wilayah optimis yang ditandai dengan nilai di atas 100 selama 17 bulan terakhir.

Begitu pula dengan Purchasing Manager's Index (PMI) Manufaktur yang menggambarkan aktivitas bisnis dan produksi. Meskipun sedikit menurun menjadi 51,2 dari 51,3 pada bulan sebelumnya, namun PMI Indonesia tetap mempertahankan posisinya di wilayah ekspansif.

"Beberapa faktor pendukung PMI Indonesia, antara lain berkurangnya gangguan rantai pasok akibat turunnya biaya logistik secara global dan turunnya harga bahan baku menyusul dibukanya kembali perekonomian Tiongkok," ungkap Riefky.

Dia pun optimistis pertumbuhan ekonomi 2023 secara tahunan di angka 5 persen. Kendati demikian, dia mengimbau pemerintah dan Bank Indonesia (BI) untuk tetap waspada karena data terbaru angka inflasi mengalami kenaikan meskipun trennya menurun sejak September lalu.

Angka inflasi tersebut masih berpeluang meningkat karena selama Ramadan dan Idul Fitri konsumsi cenderung akan meningkat. Jika tidak dikelola dengan baik, usaha mengembalikan inflasi ke kisaran target BI 3±1 persen akan sulit tercapai pada paruh pertama tahun ini.

"Permulaan yang baik di tahun 2023, setelah lebih dari dua tahun bersama pandemi," kata Riefky.

Managing Director & Chief Economist DBS Group, Taimur Baig, pada akhir pekan lalu memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan tetap bergerak ke arah yang lebih positif menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) Presiden dan Legislatif Februari 2024 mendatang.

Data DBS Group Research menunjukkan Indonesia mencatatkan pertumbuhan yang baik pada 2022, dan diproyeksikan akan mencapai sekitar 5 persen pada tahun 2023 karena pulihnya konsumsi sebagai pilar utama yang mendorong pertumbuhan seperti masa prapandemi.

"Di tengah melambatnya pertumbuhan ekonomi di mayoritas negara adidaya, Indonesia diperkirakan menjadi salah satu negara yang akan mencatatkan pertumbuhan ekonomi tertinggi," kata Baig dalam keterangannya di Jakarta, pekan lalu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Rona
Penyanyi Legendaris Peabo B...
Megapolitan
Polres Metro Bekasi Kota Be...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.